kumparan
18 Mei 2019 12:52 WIB

Seorang Mahasiswa Ikut Terlibat Dalam Pembobolan ATM di Kedamaian

Tekab 308 Polresta Bandar Lampung yang menangkap basah 5 orang pelaku saat beraksi di wilayah Kedamaian, Kota Bandar Lampung pada Kamis malam (16/5) lalu | Foto : Ist.
Lampung Geh, Bandar Lampung - Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung menangkap basah 5 orang pelaku spesialis pembobol ATM saat beraksi di wilayah Kedamaian, Kota Bandar Lampung pada Kamis malam (16/5) lalu.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rosef Efendi mengatakan, penangkapan kelima pelaku ini berawal dari serangkaian penyelidikan polisi yang kerap kali terjadi peristiwa pembobolan ATM sejak sebulan terakhir.
"Saat itu polisi yang sedang melakukan hunting mencurigai sebuah mobil Innova warna hitam bernopol B 1448 UZW yang terlihat bolak-balik di sebuah Gerai ATM di kawasan pom bensin Antasari," katanya, Sabtu (18/5).
Kemudian polisi mengikuti mobil yang dikendarai pelaku, tak lama kemudian mobil tersebut berhenti dan para pelaku melancarkan aksinya di sebuah Gerai ATM BNI.
"Melihat hal itu polisi kemudian langsung menghadang dengan melepaskan tembakan ke udara guna menghentikan langkah para pelaku agar tidak melarikan diri," terang dia.
Dari penangkapan itu, polisi mengamankan kelima pelaku yakni, Iswandi (28), Eko Roni (29), Ferly (35), Daus (21/Mahasiswa) dan Mega Hermawan (30) yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Semuwong, Tanggamus.
ADVERTISEMENT
"Selain mengamankan kelima tersangka, kita juga mendapatkan barang bukti berupa,5 buah Kartu ATM berbagai Bank, 2 buah obeng dan uang tunai diduga hasil kejahatan sebesar Rp 2,5 juta," jelas Rosef.
Saat ini polisi tengah memburu pelaku lainnya yang diketahui juga ikut tergabung dalam komplotan spesialis pembobol ATM.
"Kalau pelaku lain akan kita berantas sampai habis, sebagian sudah kita kantongi dan yang lainnya masih kita cari lagi," ujar mantan Kapolsek Natar ini.
Maka itu, Ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengambil uang di ATM dan juga tidak mudah percaya kepada orang tak dikenal.
"Apabila ada yang pura-pura membantu mengambil ATM jangan cepat dipercaya. Jika memang ada permasalahan pada ATM, lebih baik langsung konfirmasi kepada bank-nya," imbau Rosef.(*)
ADVERTISEMENT
---
Laporan reporter Lampung Geh Obbie Fernando
Editor : M Adita Putra
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan