kumparan
10 Mar 2019 19:38 WIB

Tanamkan Toleransi Dengan Musik Bersama FKUB

Norman Jefferson Nainggolan saat tampil pada konser musik yang bertajuk Tanah Airku Indonesia di Taman Budaya | Foto : Ist.
Lampung Geh, Bandar Lampung - Asambel Musik Fermata bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung dan Al Florian dari Children Choir, menggelar konser musik yang bertajuk Tanah Airku Indonesia di Taman Budaya.
ADVERTISEMENT
Konser musik orkestra tersebut diikuti oleh sekitar 150 musisi dan penyanyi dari Ansambel Musik Fermata, AD Gloriam Dei Children Choir, PHDI, dan Sanggar Kertibuana yang didominasi anak-anak dan remaja berprestasi.
Dalam konser tersebut, lagu-lagu Nasional, seperti Rayuan Pulau Kelapa, lagu Bendera dari Coklat dan lainnya dimainkan secara memukau, dengan konsep orkestra oleh para muda-mudi Lampung.
Salah satu peserta yakni Norman Jefferson Nainggolan, tampil memukau dalam memainkan biola secara solo dengan diiringi teman-temannya yang lain.
Siswa kelas VIII SMP BPK Penabur yang kerap menyabet prestasi dalam bermusik ini, berharap budaya toleransi dan tenggang rasa antar umat beragama khususnya di Bandar Lampung dapat tumbuh dan terjalin secara baik.
"Antar umat beragama bisa rukun, dan tidak saling konflik, lewat konser musik ini juga terutama, dan pemerintah juga perlu support untuk kemajuan musik di Lampung," ujarnya Sabtu (9/3) kemarin.
ADVERTISEMENT
Bendahara FKUB Lampung Ketut Pasek mengatakan, konser tersebut sebagai bentuk toleransi dan saling silaturahmi di tengah masyarakat Lampung untuk menghargai perbedaan.
"Jiwa toleransi sejak usia dini, yang ditanamkan oleh FKUB kepada para remaja, dengan media musik sebagai pemersatu. Damai dari Lampung, harmonis dari Lampung, untuk Indonesia, nilai toleransi sejak usia dini, ditanamkan," katanya.
Kedepannya, FKUB fokus pada perayaan pilpres dan pileg, secara serentak pada 17 April mendatang. Pilihan perbedaan biasa, namun diharapkan kerukunan tetap terjaga.
"Dekat pilpres juga, kita harap kerukunan tetap terjalin, ini jadi tugas kita FKUB untuk tetep menjaga hal itu," sambung dia.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kurniawan Catur menjelaskan bahwa musik merupakan pelambangan banyak perbedaan (dalam hal ini alat musik), namun bersatu menghasilkan harmoni yang indah.
ADVERTISEMENT
"Keharmonisan inilah yang ingin disampaikan ke masyarakat bahwa musik bisa menyatukan perbedaan, bisa bersatu di tengah perbedaan. Kami menginginkan Lampung ini damai," tutupnya.(**)
---
Laporan reporter Lampung Geh Obbie Fernando
Editor : M Adita Putra
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan