kumparan
search-gray
News26 Maret 2020 9:04

Warga Lampung Ditangkap Akibat Sebarkan Video Hoax Pasien COVID-19 Meninggal

Konten Redaksi Lampung Geh
f89b56c1-9ced-437e-850f-dc3718d6ec7f.jpg
Pelaku penyebaran video hoax jika pasien 01 COVID-19 Lampung telah meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) | Foto: Ist.
Lampung Geh, Bandar Lampung - Nirwan Setiawan (40) warga Jalan Bunga Sepatung, Kelurahan Perumnas Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung diamankan Subdit V Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung.
ADVERTISEMENT
Ia ditangkap lantaran menyebarkan video hoax terkait pasien 01 positif terjangkit virus Corona atau COVID-19-1 yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung telah meninggal dunia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan, jika pelaku telah diamankan Subdit V Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Ditreskrimsus pada Selasa (24/3) kemarin.
"Penangkapan pelaku ini berdasarkan hasil patroli media sosial Tim Cyber Patrol dari Subdit V Cybercrime Polda Lampung yang dimana pada saat itu tim ini menemukan salah satu postingan video berdurasi 1 menit 20 detik disertai caption 'Pendeta yang terkena COVID-19 telah meninggal dunia di RSUDAM'," katanya daat memimpin ekspose Rabu (25/3) kemarin.
ADVERTISEMENT
Pandra --sapaan akrabnya-- menerangkan jika postingan video tersebut membuat kegaduhan bagi warga Provinsi Lampung karena sempat tersebar luas. Maka, pihaknya langsung melakukan konfirmasi ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung untuk menanyakan kebenaran video yang menyatakan jika pasien 01 COVID-19 meninggal dunia.
"Dari Dinkes Lampung melaporkan jika pasien 01 itu baik-baik saja. Setelah mendapatkan jawaban itu, tim pun langsung bergerak dan mencari keberadaan pelaku dan berhasil ditemukan lalu langsung diamankan," jelas dia.
Setelah pihaknya menanyakan kepada pelaku maksud dan tujuan menyebar video hoax tersebut, pelaku menjawab hanya untuk berbagi informasi saja.
"Jawaban dari pelaku bahwa ia menyebarkan video tersebut hanya untuk memberitahukan ke masyarakat saja, dan video itu dirinya sebar ke grub whatsapp RT 11 LK 1 PWK," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, pelaku Nirwan Setiawan mengaku jika video itu ia dapat dari grub SMA yang tidak diketahui kejelasan dan kebenarannya.
"Dapat video dari grup SMA, yang kirim itu saya juga enggak tahu rumahnya dimana. Setelah saya kirim itu saya tahu bahwa itu video hoax, begitu mau di hapus sudah enggak bisa lagi," ungkapnya.
Perbuatan tersebut telah disesalinya, dan dirinya pun meminta maaf kepada masyarakat Lampung jika video berdurasi 1 menit 20 detik itu membuat resah dan kegaduhan.
"Saya menyesal kepada semua warga Lampung, pihak kepolisian dan Dinkes Lampung seluruhnya saya minta maaf. Saya menyesali perbuatan saya dan saya enggak akan melakukannya lagi, atas perbuatan saya, saya siap untuk mempertanggung jawabkannya," pinta dia.
ADVERTISEMENT
Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang RI Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara maksimal selama 3 tahun.(*)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white