kumparan
10 Agu 2019 22:17 WIB

62 Warga Dharmasraya, Sumbar, Diduga Keracunan Makanan, 2 Orang Wafat

Bupati Kabupaten Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, membesuk korban dugaan keracunan di RSUD Sungai Dareh (Foto: Humas Pemkab Dharmasraya)
Langkan.id, Padang - 62 orang diduga mengalami keracunan makanan usai mengikuti hajatan di salah satu rumah warga di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Kamis (8/8).
ADVERTISEMENT
Diketahui, tuan rumah menyajikan sejumlah makanan untuk para tamu. Beragam menu, seperti lontong sayur, bakwan, pisang goreng, jagung rebus, dan kopi susu.
Menjelang hajatan selesai, tiga orang warga yang hadir mengalami sakit perut dan mual-mual. Lalu, mereka dibawa ke bidan setempat untuk diperiksa kondisi kesehatannya.
Keterangan rilis yang diterima Langkan.id, Jumat (9/8), diketahui ada empat orang lagi, yang juga hadir dalam hajatan tersebut, yang berobat ke Puskesmas Sitiung 1. Keluhan mereka adalah pusing, mual, dan sakit perut.
Hingga Sabtu dini hari (10/8), dilaporkan ada satu dari tiga orang yang dirawat akibat sakit perut dan mual ketika hajatan hampir selesai itu meninggal dunia, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh.
ADVERTISEMENT
Hingga Sabtu pagi (10/8/2019), total jumlah korban yang tercatat ada 44 orang, dengan gejala hampir sama: sakit perut dan mual. Selain itu, ada juga yang mengalami sakit kepala, menceret, demam, dan sakit pinggang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Rahmadian, menyebutkan jumlah korban semakin bertambah. Data terakhir ada sebanyak 62 orang.
“Awalnya, warga yang mengeluh itu sebanyak 44 orang. Namun, sampai saat ini korban semakin bertambah, data terakhir itu, 62 orang diduga keracunan makanan, dan satu orang lagi meninggal dunia, Sabtu (10/8) siang, atas nama Aswarti di RSUD Sungai Dareh,” ujarnya saat dihubungi Langkan.id via telepon, Sabtu sore (10/8).
Menurutnya, semua korban, baik yang dirawat di puskesmas maupun RSUD Sungai Dareh, udah tertangani.
ADVERTISEMENT
Kejadian ini, kata Rahmadian, sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk ditindaklanjuti. “Kita akan cari tahu sumber masalahnya, saat ini kita masih menunggu hasil cek labor (laboratorium), kita punya tim di bawah balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar,” jelasnya.
Rahmadian mengakui, keracunan massal seperti ini baru pertama kali terjadi di Kabupetan Dharmasraya. “Ini kejadian luar biasa, jumlah korban mencapai 62 orang,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menyebutkan sudah menginstruksikan seluruh jajaran dari dinas kesehatan untuk menangani korban sebaik-baiknya.
Pemkab, kata Sutan Riska, akan menangani permasalahan tersebut hingga tuntas. “Kita akan tangani hingga selesai, sampai semua korban dapat beraktivitas seperti sediakala,” ungkapnya.
Sutan Riska mengklaim, Pemkab Dharmasraya sudah berupaya untuk mencari penyebab dari keracunan tersebut. “Kita sudah kirim sampel ke BPOM Sumbar, sekarang kita tinggal menunggu hasil cek labor,” katanya. (Madi)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·