News
·
15 Januari 2021 15:56

BST 2021 di Padang Resmi Disalurkan, Wako: Jangan Buat Beli Rokok

Konten ini diproduksi oleh langkan
BST 2021 di Padang Resmi Disalurkan, Wako: Jangan Buat Beli Rokok (294277)
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam kegiatan penyaluran BST di Padang. Foto: dok Humas Pemko Padang
Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk warga kota Padang tahun 2021 untuk Kota Padang, Sumatera Barat, resmi dilakukan hari ini, Jumat 15 Januari 2021.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah bantuan sosial tunai yang diberikan kali ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang terdampak COVID-19 di Kota Padang.
"Kita kembali menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak COVID-19. Saya berharap betul, bantuan ini digunakan sebaik mungkin, sehingga tidak terjadi permasalahan kesejahteraan masyarakat," katanya di Padang, Jumat
Mahyeldi pun berharap kepada penerima BST agar menggunakan bantuan tersebut digunakan sebagaimana mestinya.
"Belikan uang tersebut untuk kebutuhan pokok keluarga, bukan untuk membeli rokok dan membeli pulsa," tegasnya.  
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi mengatakan, bantuan BST pada 2021 ini diberikan selama 4 bulan, yakni mulai Januari sampai April 2021.
Dimana per bulannya masyarakat menerima sebesar Rp 300 ribu per Kepala Keluarga (KK). Untuk Kota Padang jumlah penerimanya sebanyak 17.438 KK.
ADVERTISEMENT
"Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap, hari ini di BBPPKS Regional I Sumatera untuk Kecamatan Pauh," ujar Afriadi.
Kepala Kantor POS Kota Padang Sartono juga mengatakan, penyaluran BST ini telah dimulai pada 8 Januari 2021 lalu. Dari 17.438 KK sudah terealisasi 15.808 KK atau 90,96 persen.
"Daya serap realisasinya cukup bagus, kami harap dapat tercapai 99 persen sebagaimana arahan Menteri Sosial kita," ujar Sartono.
Dikatakannya untuk hari ini BST diberikan kepada warga Kecamatan Pauh.
Penyerahan dilakukan secara dua tahap, pagi hari sebanyak 327 KK dan siang nanti sekitar 204 KK.
"Penyaluran BST tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19 sehingga tidak terjadi kerumunan," ungkapnya.