kumparan
14 Mar 2019 12:35 WIB

Pengamat soal Caleg yang Ogah Pasang Foto Jokowi: Mereka Setengah Hati

Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi
Langkan.id, Padang- Calon legislatif (caleg) di Sumatera Barat yang berasal dari partai pengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, terlihat enggan memasang foto Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di baliho dan spanduk kampanyenya.
ADVERTISEMENT
Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Asrinaldi, menilai fenomena itu dianggap sebagai ketakutan para caleg terhadap perolehan suaranya pada Pileg 2019.
"Caleg di Sumatera Barat khususnya, itu memang lebih memikirkan diri sendiri ketimbang memikirkan capres dan cawapres yang diusung oleh partainya. Karena dia tahu Pak Jokowi di Sumatera Barat menurut survei sedikit di bawah ya (elektabilitas)," ujar Asrinaldi kepada langkan.id, Kamis (14/3).
Asrinaldi menilai para caleg dari partai pendukung sepertinya setengah hati mendukung dan mengampanyekan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Koalisi partai sepertinya juga kurang serius dalam mendukung.
Padahal, kata dia, jika caleg dan partai serius mendukung dan berkampanye, elektabilitas Jokowi di Sumbar akan naik.
"Karena partai terikat dengan keinginan mewujudkan ambang batas parliamentary threshold 4 persen. Jadi mereka lebih fokus ke legislatif memperjuangkan caleg-caleg sendiri atau suara partai daripada Pak Jokowi," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sumatera Barat dikenal sebagai lumbung suara Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2014, Prabowo menang telak dengan perolehan 1.797.505 suara atau 76,92 persen. Sedangkan Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya mendapatkan 539.308 suara atau 23,08 persen.
Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) Sumatera Barat, Hartind Asrin, membenarkan fenomena caleg berasal partai pengusung enggan memasang foto Jokowi-Ma'ruf. Mereka terkesan para caleg setengah hati mendukung pemenangan capres petahana.
"Iya itu benar (tidak pasang foto) karena relawan ini kami tanya kenapa? jawaban itu karena nanti suara kami (caleg) di Sumatera Barat takut hilang. Sudahlah kita mau bagaimana lagi," kata Hartind, Senin (4/3).
Hartind mengaku Sumatera Barat adalah zona merah untuk direbutkan pendukung Jokowi-Ma'ruf. Meski demikian, pihaknya memaklumi alasan para caleg yang takut suaranya berkurang jika terang-terangan kampanye Jokowi di Ranah Minang.
ADVERTISEMENT
"Ya, caleg (di Sumbar) setengah hati dukung Jokowi. Mungkin karena finansial pribadi, nanti kalau kalah-kan mereka (caleg) rugi. Jadi cari aman," ujarnya. (Irwanda)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan