kumparan
News1 April 2020 15:10

Turunkan Harga Tiket Saat Pandemi, Wali Kota Padang Minta Lion Air Ditindak

Konten Redaksi Langkan
pmt5vn3hoezswi0lh0do.jpg
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah (Foto: M. Hendra/Langkan.id)
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, meminta agar maskapai penerbangan Lion Air ditindak karena menurunkan harga tiket di saat Pandemi Corona. Ia menilai, hal itu tidak wajar dilakukan, karena akan memberi peluang lebih besar terhadap para perantau untuk pulang kampung.
ADVERTISEMENT
Saat ini, kata Mahyeldi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat telah mengimbau agar para perantau menunda keinginan untuk pulang kampung selama Pandemi Corona, hal itu sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19).
Adanya penurunan harga tiket, menurut Mahyeldi maskapai penerbangan Lion Air harus ditindak, karena sengaja memanfaatkan situasi untuk kepentingan mereka. “Lion Air ini harus ditindak, Lion Air tak nasionalisme, Mereka memanfaatkan kondisi saat ini, seharusnya mereka menahan diri. (Tapi) ini justru menurunkan harga (tiket) dengan sengaja,” ujarnya di Padang, Rabu (1/4).
Ia meminta pemerintah pusat dapat menyikapi apa yang telah dilakukan maskapai penerbangan Lion Air tersebut. Sehingga, masyarakat tidak berbondong-bondong untuk pulang kampung.
cwnqsozo6a1vsng75fis.jpg
Ilustrasi Lion Air Group Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
“Apa yang disampaikan Pak Gubernur, anggota DPR RI tidak berjalan tentunya. Mudah-mudahan organisasi perantau yang ada di perantauan bisa menyikapi. Karena ada dua efeknya, apabila perantau datang sehat, lalu bertemu keluarga tidak sehat. Atau perantau tidak sehat, bertemu keluarga akan berdampak negatif,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Lalu, terkait pantauan sejak diberlakukannya agar para perantau tidak pulang kampung, menurut Mahyeldi hal itu masih belum efektif. “Memang, ajakan itu belum berjalan maksimal. Karena dari daerah sana juga berpeluang untuk pulang, ditambah lagi maskapai Lion Air menurunkan harga,” ungkapnya.
Ditegaskannya, saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan upaya pembatasan secara selektif bagi pendatang di perbatasan. “Di perbatasan sudah dilakukan pengawasan secara ketat. Mereka yang datang dari daerah terjangkit akan dikarantina, begitupun Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ucapnya.
Namun, disaat kondisi saat ini, Mahyeldi mengapresiasi apa yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand). “Alhamdulillah, di laboratorium Unand bisa melakukan pengecakan swab secara banyak,” katanya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan