Kumparan Logo
Warga Palestina berbuka puasa di bukit zaitun
Warga Palestina berkumpul untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan, di Bukit Zaitun.

Memahami Ayat Al-Quran soal Perintah Puasa Ramadhan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina berkumpul untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan, di Bukit Zaitun. Foto: AFP/AHMAD GHARABLI
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina berkumpul untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan, di Bukit Zaitun. Foto: AFP/AHMAD GHARABLI

Ahli sejarah Islam mencatat puasa Ramadhan ditetapkan oleh Allah pada tanggal 10 Syaban tahun Kedua Hijriyah. Dalam Al-Quran, perintah puasa di bulan Ramdhan dijelaskan pada Surat Al-Baqarah ayat 183, 184, 185, dan 186.

Dikutip dari laman NU Online, ayat tersebut diturunkan saat Nabi Muhammad tiba di Kota Madinah. Artinya, perintah puasa pun dimulai dari kota tersebut. Penjelasan perintah Al-Quran tersebut dijelaskan secara rinci dalam penggalan Surat Al-Baqarah.

Pada ayat 183, belum disebutkan secara khusus untuk waktu melakukan ibadah puasa. Dalam ayat tersebut, perintah itu hanya ditunjukkan kepada orang-orang beriman sebagaimana umat-umat sebelumnya.

Sementara itu, dalam ayat 184, tertulis: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari hari yang lain.

Dalam buku Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, Quarish Shihab menuliskan, dalam ayat 184 QS Al-Baqarah, tertulis ayyaman ma'dudat (beberapa hari tertentu) yang dimaknai sebagai tiga hari.

Kemudian, dalam QS Al-Baqarah ayat 185, disebutkan, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) pada bulan itu (Ramadhan), maka hendaklah ia berpuasa (selama bulan itu), dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Dalam ayat tersebut, juga dijelaskan soal waktu kapan berpuasa, yakni Bulan Ramadhan. Berikut adalah petikan dari surat tersebut.

Lalu, ayat tersebut juga menjelaskan keistimewaan dari bulan Ramadhan. Kemudian, anjuran untuk memperbanyak doa dan ibadah dalam bulan Ramadhan tertuang dalam ayat 186.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran