kumparan
6 Sep 2019 9:11 WIB

Pemerintah Kota Gelar Doa Bersama Jelang HUT Ke-444 Kota Ambon

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler saat menyampaik sambutannnya (5/9). Dok : Lentera Maluku
Lentera Maluku. Sejak awal September 2019, Pemerintah Kota Ambon telah mengadakan serangkaian kegiatan menjelang HUT ke-444 Kota Ambon. Untuk melengkapi rangkaian seremonial tersebut, Pemkot juga mengadakan kegiatan bertajuk Doa Untuk Ambon, yang berlangsung pada Kamis malam (05/09).
ADVERTISEMENT
Dua hari sebelum memperingati Ulang Tahun Kota yang jatuh pada tanggal 7 September 2019, masyarakat beragama Islam, Kristen dan Katolik berdoa bersama di dua tempat berbeda.
Suasana Doa Bersama di Gedung Islamic Center (5/9). Dok : Lentera Maluku
Warga Ambon yang beragama Kristen/Katolik berkumpul di Sport Hall Karang Panjang, sementara warga yang beragama Islam berkumpul di Islamic Center. Semua jajaran instansi pemerintahan daerah dengan agama masing-masing bertemu dan membaca doa untuk kota Ambon. Termasuk seluruh Pimpinan OPD, Para Camat, Para Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas dan Para Lurah sekota Ambon.
Kegiatan yang bertema Menjadikan Setiap Hati Pono Deng Kasih Sayang, Setiap Tampa Pono Deng Kasih Sayang, dianggap tepat. Mengingat Ambon sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, sudah sepatutnya menjadi pedoman bagi umat-umat yang lain di kota berbeda.
ADVERTISEMENT
Pantauan wartawan Lentera Maluku di Gedung Islamic Center, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler memaparkan alasan mengangkat tema di atas.
“Kenapa panitia mengangkat tema di atas? Sebetulnya, ini ada kaitannya dengan tema HUT Kota Ambon kali ini yaitu Ambon Pono Deng Musik. Dan hal yang sebenarnya terselip hingga tersembunyi, bahwa Ambon menjadikan setiap hari pono (penuh) dengan irama kasih sayang, musik ada di dalamnya. Di kota Ambon ini juga pono dengan musik perdamaian”, tutur Wakil Walikota Ambon dalam sambutannya.
Suasana Doa Bersama di Gedung Islamic Center (5/9). Dok : Lentera Maluku
Lebih lanjut ia katakan, tujuan Pemkot mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi dan mendengarkan tausiyah, yang pada kesempatan itu pihaknya menghadirkan ustadz Arsal Risal Tuasikal.
“Dan inti dari seluruh kegiatan ini adalah mendoakan Kota Ambon ini dengan seluruh masyarakatnya agar hidup berdampingan satu dan lainnya sebagai orang Basudara (Bersaudara) dengan aman”, tandasnya.
ADVERTISEMENT
Dengan tingkat beragama yang tinggi, Pemkot Ambon menjadikan kegiatan tahunan, sebagai contoh untuk kota lain, maupun pun negara lain bisa belajar perdamaian dan hidup berdampingan satu dengan yang lain tanpa harus saling berkelahi.
Sementara itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, melakukan Doa bersama di SportHall Karang Panjang bersama umat Kristiani, Ia katakan setiap tahun Pemkot Ambon gelar doa untuk Kota Ambon, untuk mensyukuri berkat Tuhan. (LM2)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan