kumparan
Entertainment23 April 2020 20:51

Cerita Seru di Balik Pembuatan Laman Pusat Informasi Corona

Konten Redaksi kumparan
kumparan resmi meluncurkan laman Pusat Informasi Corona (PIC) yang berisi tentang panduan hingga solusi penanganan virus corona pada Minggu, 19 April 2020. Peresmian dilakukan melalui live streaming, menghadirkan tokoh-tokoh sentral dalam penanganan COVID-19 di Indonesia seperti Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia Rosan Roeslani.
launch-kuatbersama-1920x1080px.jpg
Dokumen: Rangga Sanjaya/kumparan

Gagasan Pusat Informasi Corona

ADVERTISEMENT
Ide pembuatan Pusat Informasi Corona ini bermula dari keresahan kumparan ihwal minimnya informasi dan panduan untuk survive di masa pandemi ini. Keresahan ini mengantarkan kumparan untuk membuat laman panduan dan solusi terlengkap untuk menghadapi corona pada akhir Maret lalu.
Chief Storyteller Officer kumparan, Yusuf Arifin, mengatakan bahwa pada mulanya laman website ini dinamai "Corona: Panduan dan Solusi". "Tapi, ternyata memasukkan titik dua–tanda baca–dalam judul menyulitkan mesin pencari, sehingga kami mencari alternatif judul dan disepakati Pusat Informasi Corona," kata founder kumparan yang akrab disapa Dalipin ini.
Dia menambahkan, nama "Pusat Informasi Corona" baru muncul 4-5 hari sebelum hari peluncuran.
1112.WhatsApp Image 2020-04-19 at 5.38.01 PM.jpeg
Muhammad Yusuf Arifin saat melakukan live streaming launching PIC. Dokumen: Istimewa
Dalipin punya pengalaman sendiri ketika harus berhadapan dengan persoalan corona. Pada Februari lalu, ia sempat berkunjung ke salah satu rumah sakit rujukan corona. Dia berkesempatan berbicara dengan tenaga kesehatan yang ditugaskan menerima pasien dengan gejala corona. Dari obrolan itu, terungkap bahwa rumah sakit rujukan sekalipun belum siap menerima kunjungan pasien yang hendak memeriksakan diri.
ADVERTISEMENT
Pengalaman ini semakin memantapkan hati Dalipin untuk membuat laman pusat informasi agar masyarakat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan informasi tentang virus corona.
Dalipin juga menjelaskan jika saat ini masyarakat lebih membutuhkan informasi yang jelas dan mudah diakses bukan hanya sebatas berita.
IMG_0645.10x8.jpg
Yusuf Arifin, Chief Storyteller Officer kumparan. Dokumen: kumparan
“Berita itu sudah pasti informasi, tapi informasi belum tentu berita,” ujar Dalipin.
Berita, dia melanjutkan, memberikan informasi tentang seseorang menerima kiriman makanan dari luar dan tertular virus corona. Padahal, dalam kasus ini masyarakat juga membutuhkan informasi yang lebih dari kabar peristiwa itu. Masyarakat, kata Dalipin, juga harus mengetahui bagaimana tata cara menerima makanan dari luar sehingga terhindar dari virus.
Jadi, jika berita adalah tentang kejadian ketika orang terkena virus tersebut, tetapi informasi adalah tentang bagaimana cara menanganinya.
ADVERTISEMENT
Berita itu sudah pasti informasi, tapi informasi belum tentu berita. –Yusuf Arifin, Chief Storyteller Officer kumparan
Proses pematangan konsep pun dilakukan pada akhir Maret lalu. Setelah konsep besarnya rampung dibuat, semua tim mulai bekerja dengan cepat termasuk untuk pembuatan konten.

Komandan Konten Pusat Informasi Corona

Adalah Pemimpin Redaksi Liputan Khusus kumparan, Anggi Kusumadewi, yang menjadi komandan pembuatan konten. Ia dibantu oleh anggota timnya untuk membuat 9 collection yang ada dalam laman Panduan Informasi Corona saat ini.
Pada awal prosesnya, terdapat 8 collection, yaitu Pencegahan Diri & Keluarga, Prosedur Tes & Pengobatan, Happy at Home, Rumah Sakit Rujukan, Hotline, Kumpulan Doa, Pengumuman Pemerintah dan Donasi Lawan Corona.
Belakangan, disepakati penambahan satu collection lagi yaitu Memahami Virus Corona. Isinya berupa penjelasan saintifik soal virusnya.
“Karena jika membuat panduan praktis menghadapi virus, tentu perlu juga adanya informasi tentang virusnya secara umum,” kata Anggi.
IMG_1063.10x8.jpg
Anggi Kusumadewi, Pemred Lipsus kumparan. Dokumen: kumparan
Anggi mengatakan, informasi yang ada dalam setiap collection merujuk pada sumber-sumber yang akurat, seperti WHO, CDC (Centers for Disease Control and Prevention/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS), dan Kementerian Kesehatan RI.
ADVERTISEMENT
Dia mengaku tak sulit mengumpulkan bahan dari berbagai sumber tersebut. Hanya saja, tim konten harus mengalokasikan lebih banyak waktu dan menguras banyak tenaga untuk merangkum dan menyajikan informasi itu secara detail.
Salah satu informasi yang paling menguras energi adalah mendata ratusan rumah sakit rujukan di berbagai daerah. Demikian pula penyusunan hotline darurat corona di 34 provinsi.
Dari 9 collection, Rumah Sakit Rujukan menjadi collection paling sulit, “Terlebih, ada penambahan jumlah rumah sakit secara signifikan di berbagai wilayah minggu lalu–seiring kasus corona di Indonesia yang juga terus naik. Jadi, kami mesti berkali-kali mengecek daftarnya.”
Anggi berharap dengan adanya Pusat Informasi Corona ini bisa memberikan hal yang bermanfaat kepada masyarakat, “Meski—sekali lagi—tidaklah mewah. Semoga dari yang sederhana ini, banyak orang terbantu untuk jadi #KuatBersama,” kata Anggi menambahkan.
ADVERTISEMENT
Selain 9 collection, Panduan Informasi Corona juga dilengkapi data dan peta sebaran pasien corona. Data ini didetailkan hingga level provinsi. Untuk bagian ini, tanggung jawab ada di tangan Editor Content Intelligence, Edmiraldo Siregar. Ia berserta anggota tim siap memberikan update data sebaran kasus corona di seluruh Indonesia.
IMG_0259.10x8.jpg
Edmiraldo Siregar, Editor Content Intelligence kumparan. Dokumen: kumparan
“Data itu kita dapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang memang diupdate setiap harinya. Isinya data detil terkait jumlah pasien positif, sembuh, dan meninggal akibat corona,” kata Aldo menjelaskan.
Sementara terkait data OPD dan PDP per provinsi, Aldo dan tim mendapatkan data dari website-website resmi penanganan COVID-19 yang dikelola masing-masing provinsi.
Ketika data yang didapatkan dirasa masih kurang, ia meminta bantuan jaringan Tim Kolaborasi dan 1001 media untuk menjaring data dari masing-masing provinsi. Data ini di-update setiap hari.
ADVERTISEMENT

Laman Pusat Informasi Corona

Tak lengkap rasanya jika konten dibuat tanpa dibungkus oleh tampilan dan sistem penyajian yang apik. Product Manager kumparan, Fahrul Rizal, menjadi orang yang bertanggung jawab di bagian ini.
Fahrul - Product.10x8.jpg
Fahrul Rizal, Product Manager kumparan. Dokumen: kumparan
Fahrul menuturkan, butuh waktu dua minggu untuk membuat laman Pusat Informasi Corona. Pengerjaan laman ini dibagi menjadi dua fase pengerjaan. Fase pertama dilakukan pada 26 Maret sampai 2 April. Pada fase ini, ia membuat laman website dengan tampilan hanya sebatas data peta persebaran kasus corona yang ada di Indonesia.
Fase kedua dikerjakan selang 6 April hingga 18 April. Pekerjaan utama pada fase ini adalah melengkapi laman dengan 9 collection sebagaimana yang bisa dilihat saat ini. Beberapa penyesuaian juga masih dilakukan pada fase ini seperti manajemen data, layout, penempatan komponen-komponen dari landing page, styling hingga copywriting.
ADVERTISEMENT
Tantanganya pada koordinasi karena melibatkan berbagai divisi di kumparan. Juga beberapa penyesuaian yang harus dilakukan di saat-saat terakhir,” kata Fahrul.

Cover Ciamik Pusat Informasi Corona

Kamu menikmati gambar-gambar yang muncul sebagai collection cover laman Pusat Informasi Corona? Indra Fauzi merupakan ilustrator di balik gambar-gambar epic ini.
IMG_1579.10x8.jpg
Indra Fauzi, ilustrator kumparan. Dokumen: kumparan
Indra mengerjakan kesembilan desain tersebut dalam waktu tiga hari saja. “Idealnya, sih, satu cover satu hari. Ini pengecualian, karena kebutuhannya cepat,” ujar Indra.
Mengerjaka 9 cover dalam waktu singkat, Indra seperti hendak menantang matahari. Dibutuhkan kemampuan berpikir cepat mulai dari ide hingga eksekusinya. Ia juga harus pintar-pintar membagi waktunya, agar tidak terbuang.
Perihal ide, Indra menggali inspirasi dari berbagai sumber. Matanya tak kenal lelah memelototi Pinterest dan Getty Images. Agar pemilihan konsep tepat sasaran, ia juga menggali insight dari tim Liputan Khusus kumparan.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, bermainlah imajinasi dan kreativitas. Bak chef di meja dapur, Indra menggabungkan berbagai referensi tersebut menjadi sebuah ramuan ajaib. Dan tara~ jadilah collection cover dengan ilustrasi ciamik dan warna menarik seperti yang ada saat ini.
Indra melanjutkan, Memahami Virus Corona merupakan collection dengan waktu pengerjaan cover paling lama. Dia mengaku harus meluangkan waktu lebih lama di bagian ini karena ilustrasinya dibuat sangat detail. Bisa terlihat dalam ilustrasi ini Indra membedah secara detail jeroan virus yang menginfeksi ratusan negara di dunia ini.
“Keseringan gambar isu soal corona, bingung harus diapain lagi ini wujud corona. Jadi lama dicari idenya juga,” kata Indra.
cover.jpg
Sembilan collection cover Pusat Informasi Corona kumparan. Kredit: Indra Fauzi/kumparan
Cover Happy at Home menjadi ilustrasi favorit Indra. Dia buka rahasia bahwa ilustrasi ini merepresentasikan kegiatannya saat bekerja dari rumah. “Happy at home! Ha-ha-ha... Gue banget. Kerja dengan spot ternyaman. Sambil minum kopi dan main sama kucing.”
ADVERTISEMENT
Oh, ilustrator dengan setelan rambut gondrong ini ternyata suka kucing.
Happy at home! Ha-ha-ha... Gue banget. –Indra Fauzi, ilustrator kumparan
Sebenarnya masih banyak lagi, loh, orang-orang di balik terciptanya laman Pusat Informasi Corona. Untuk semua tim dan awak kumparan yang terlibat, kalian luar biasa!
Terima kasih untuk dedikasi dan kontribusi kalian dalam upaya menyampaikan informasi bermanfaat ini kepada khalayak ramai.
Dari 9 collection di Pusat Informasi Corona, mana yang sudah kamu baca? Mana collection favoritmu? Atau, mana collection cover yang paling kamu sukai? Sampaikan di kolom komentar di bawah, ya!
Untitled Image
Orang-orang di balik pembuatan laman Pusat Informasi Corona kumparan. Kredit: kumparan
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan