kumparan
KONTEN PUBLISHER
19 Maret 2020 19:43

Mengintip Strategi Bekerja dari Rumah ala Reporter kumparan

Antisipasi_Virus_Corona_di_Stasiun_Senen-rthy1rpmidzymwqwgvna.jpg
Antisipasi Virus Corona di Stasiun Senen. Dokumen: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Hari Minggu (15/3), CEO kumparan Hugo Diba mengeluarkan surat yang mewajibkan semua awak kumparan untuk bekerja dari rumah (work from home, WFH). Tanpa terkecuali–termasuk reporter. WFH diterapkan untuk mendukung kampanye #dirumahaja agar penyebaran COVID-19 dapat diperlambat.
ADVERTISEMENT
Kebijakan ini tentu saja berdampak pada proses pencarian berita di lapangan, seperti yang biasa dilakukan reporter kumparan. Padahal berita di kumparan harus terus di-update untuk dikonsumsi khalayak.
Lantas bagaimana strategi agar kumparan tetap mendapatkan informasi terbaru dan tepercaya, khususnya mengenai perkembangan corona?
Koordinator Liputan kumparan, Ikhwanul Habibi, harus memutar otak untuk menyusun strategi peliputan berita di tengah wabah corona. Tanggung jawabnya cukup besar: menjaga agar berita di kumparan tetap update dan akurat sembari menjaga reporter tetap terhindar dari penyakit COVID-19.
WFH dimaknai Habibi sebagai bentuk tantangan bagi dirinya maupun reporter di lapangan. Habibi menyebut, situasi semacam ini justru menjadi ajang pembuktian bagi reporter-reporter lapangan.
Ada beragam cara untuk mendapatkan data yang akurat. Salah satunya wawancara langsung narasumber tanpa harus bertatap muka.
ADVERTISEMENT
“Aku bilang ini sebagai pembuktian–seberapa luas relasi para reporter itu. Mestinya kalau dia punya jaringan, dia bisa menghubungi narasumber dengan mudah,” kata Habibi.
Media_Visit,_Divisi_Humas_Polri,_kumparan-iutqikqxxwbqvwjiffpk (1).jpg
Kepala Koordinator Peliputan kumparan, Ikhwanul Habibi saat menerima kunjungan Divisi Humas Polri di kantor kumparan. Dokumen : Dicky Adam Sidiq/kumparan
Menurut Habibi, reporter kumparan dituntut mempunyai jaringan seluas-luasnya. Mulai dari sopir angkot hingga pejabat penting negara. Semua relasi itu harus dipelihara. Dia berbangga karena membangun relasi itu sudah dilakukan oleh reporter kumparan.
Habibi juga menerapkan strategi lain. Memantau konferensi pers melalui live streaming juga tak kalah efektif. Dengan memantau konferensi pers melalui siaran langsung, reporter yang sedang WFH tak ketinggalan informasi terbaru. Sehingga meski diterpa pandemi seperti sekarang ini, Habibi memastikan berita yang disajikan kumparan tidak berkurang, baik kualitas maupun kuantitas.
Sebelum virus corona menjadi pandemi dunia dan menyebar di Indonesia, manajemen kumparan telah menyiapkan beberapa skenario untuk para awak kumparan. Ada tiga skenario respons yang disiapkan.
ADVERTISEMENT
Skenario pertama, dimulai dari respons hijau yang berarti hati-hati dan waspada. Respons kuning berarti siaga. Adapun respons merah berarti bahaya. Semua skenario ini telah dipikirkan matang-matang demi memastikan keamanan dan kesehatan seluruh awak kumparan.
Wartawan_kumparan,_Pasar_Minggu-kgdjwy7t8f8fnaweuohs.jpg
Efira Tamara dan Rizki Baiquni, wartawan kumparan saat meliput di Pasar Minggu. Dokumen : Elfira/kumparan
Hingga Minggu (15/3) siang, manajemen menetapkan kumparan pada respons hijau. Sampai akhirnya status ini diubah melalui surat dari CEO kumparan. Pada Minggu siang, kumparan ditetapkan berstatus respons merah.
Saat kumparan masih berstatus respons merah, kumparan telah menerapkan standar peliputan yang ketat agar reporter di lapangan terhindar dari penularan virus corona. Setiap reporter dibekali masker dan hand sanitizer saat liputan. Peliputan juga harus dilakukan dalam jarak aman dan reporter diminta sebisa mungkin menjauh dari kerumunan.
Menurut Habibi, redaktur juga melakukan pengawasan khusus dengan menerapkan pemetaan lokasi liputan. Lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat penyebaran virus corona harus dijauhi. Salah satu tempat berisiko itu, kata dia, adalah rumah sakit.
ADVERTISEMENT
“Saat itu reporter hanya diperbolehkan untuk meliput di RSPI dan RS Persahabatan. Pemetaan dilakukan demi meminimalisir potensi penularan virus corona pada reporter,” jelas Habibi.
Agar pengawasan itu berjalan dengan baik, reporter juga diwajibkan meng-update lokasi liputan kepada koordinator liputan setiap dua jam sekali. Selain itu, reporter yang mempunyai riwayat kontak–melalui wawancara tatap muka–dengan narasumber yang dinyatakan positif COVID-19 diharuskan mengkarantina diri dan memeriksakan diri di rumah sakit.
Strategi ini berjalan efektif. Sejauh ini, tidak ada reporter lapangan ataupun awak kumparan yang terpapar corona. kumparan terus berikhtiar untuk mengurangi risiko, bukan mengurangi berita.
Semoga kita semua tetap sehat walafiat menghadapi masa-masa sulit ini.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan