Kumplus- Opini Cholil Nafis- Generasi Sandwich
1 Februari 2021 10:13

Siasat Finansial Generasi Sandwich

“Saya bingung. Sepertiga gaji saya untuk biaya hidup orang tua. Sepertiga lagi untuk membayar utang bisnis orang tua. Sepertiga sisanya untuk biaya hidup sendiri. Kalau untuk sendiri, ini cukup. Tapi sebentar lagi saya menikah. Bagaimana menafkahi keluarga saya nanti?”
Inilah kisah seorang pemuda yang ketiban beban menjadi generasi sandwich yang terimpit di antara generasi atasnya (orang tua) dan bawahnya (anak), layaknya isian roti lapis atau sandwich.
Menghentikan bantuan finansial kepada orang tua bukan opsi karena budaya timur mengenal istilah “berbakti kepada orang tua”. Di sisi lain, anak dan pasangan juga harus dinafkahi. Keduanya harus berjalan beriringan dan tak bisa dipilih salah satu.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Gaji pas-pasan, masih harus nanggung beban keluarga besar. Generasi sandwich memang serba terjepit. Tapi jangan takut, perencana keuangan Ligwina Hananto punya jalan keluarnya. Simak selengkapnya pada daftar konten.