kumplus- Cover story fiksi Linda Christanty- Cerita ke-10
6 Juni 2021 20:05
·
waktu baca 6 menit

Cahaya dan Kegelapan

Tata letak kampung belum berubah, memudahkan pencarian. Ia masih ingat rumah itu dulu di sebelah kiri jalan, sebelum tikungan. Dinding rumah tidak dicat, hanya dikapur putih. Gentingnya coklat kehitaman. Saat makin dekat, ia melihat perubahan. Sekarang rumah itu bercat biru muda. Sebagian genting berwarna merah bata. Pot-pot bunga berbaris di depan rumah. Seorang lelaki bercelana pendek hitam dan berkaus oblong putih duduk bersila memperbaiki pukat di teras. Wajah lelaki itu mengingatkannya kepada seseorang yang dijumpainya entah di mana pada suatu masa.
Ia segera mengucap, “Assalamu’alaikum….” dan dijawab oleh lelaki dari dalam rumah. Pintu depan terbuka. Lelaki tekun di teras hanya menyahut pelan, tidak mengalihkan pandangan sedikit pun dari pukat dan terus menyulam bagian yang putus.
Di ambang pintu, muncul lelaki yang dikenalnya. Ia jauh lebih tua sekarang, menjelang 70-an, tetapi warna suara tidak berubah. Rambutnya telah memutih. Kerut-merut tergurat di wajah. Lelaki ini mengenakan kain sarung dan kemeja batik lengan pendek bermotif kawung. Mungkin ia hendak menghadiri sebuah acara. Senyumnya terkembang ketika melihat tamu yang datang.

Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu