kumplus ilustrasi fiksi Linda Christanty
9 Mei 2021 14:09

Kudeta Patriarki

Kisah Efa tentang ular koko Amanuban membuat saya teringat penelitian Sheila Coulson, arkeolog dan profesor dari Departemen Arkeologi, Konservasi, dan Kajian Sejarah di Universitas Oslo, Norwegia. Berawal dari penelusurannya tentang asal-usul orang San di perbukitan Tsodilo, fakta lain yang menakjubkan terungkap.
Perbukitan Tsodilo terletak di Botswana, Afrika Selatan. Coulson menemukan bukti-bukti praktik penyembahan ular sanca yang berlangsung di perbukitan itu 70.000 tahun lalu. Praktik ritual di Tsodilo ini lebih tua 30.000 tahun dibandingkan di Eropa. Menurut majalah riset Apollon, penemuan tersebut makin memperkuat posisi Afrika sebagai tempat lahir manusia modern. Leluhur kita adalah penyembah ular.
Para pemuja ular di Afrika lebih beradab. Mereka mempersembahkan mata tombak kepada ular, sehingga mata tombak banyak ditemukan berserak dalam gua, yang menjadi lokasi ibadah. Mata-mata tombak itu berwarna-warni, sengaja dibuat untuk keperluan ritual. Sementara itu, orang-orang Eropa dari masa yang jauh lebih muda, tepatnya 500 tahun lalu, malah mengorbankan nyawa manusia dalam pemujaan. Bukti-bukti mengerikan tentang pembunuhan korban persembahan pada Zaman Besi di Eropa ditemukan di Jerman, Belanda, dan Denmark, menurut kantor berita BBC.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang