kumplus- Opini Linda Christanty

Perdagangan Manusia dan Elite Bangsa

Linda Christanty menulis reportase, cerita pendek, dan esai. Karya-karyanya telah mendapatkan banyak penghargaan, termasuk SEA Write Award dari Thailand.
10 Januari 2022 8:49
·
waktu baca 13 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kematian Vanessa Angel, selebritas dari dunia hiburan, tidak hanya melahirkan sengketa hak perwalian Gala Sky Andriansyah, putra kandungnya dengan almarhum Febri Andriansyah alias Bibi, tetapi juga menguak kembali praktik perdagangan manusia, khususnya perdagangan perempuan untuk dieksploitasi secara seksual.
Tiga tahun lalu, pada 5 Januari 2019, Vanessa diundang menjadi pembawa acara di sebuah hotel Surabaya, Jawa Timur. Polisi lalu menangkapnya di kamar hotel itu. Berita-berita yang beredar kemudian menyebutkan dia terlibat “prostitusi online”. Salah satu media bahkan memerinci keadaanya saat ditangkap: tanpa busana. Beberapa bulan sesudah itu, ketika media memperoleh lebih banyak informasi untuk menelusuri fakta akhirnya terungkap bahwa Vanessa berpakaian lengkap dan sedang duduk mengobrol dengan seorang lelaki ketika digeledah polisi, bukan di atas tempat tidur tanpa busana. Di persidangan lelaki itu tidak pernah dihadirkan. Kasus ini diduga sebuah rekayasa. Menurut pengacara Vanessa waktu itu, aliran uang yang masuk ke pihak yang disebut aparat kepolisian sebagai muncikari juga ditransfer langsung dari rekening Herlambang Hasea Sihombing, oknum reserse kriminal khusus. Tuduhan “prostitusi online” terhadap Vanessa lantas berubah menjadi tindak penyebaran foto seksi.
Penjebakan memiliki efek bola salju terhadap sasaran. Reputasi seseorang hancur, menjadi musuh atau penjahat moral, kehilangan pekerjaan atau peluang kerja karena citra yang rusak, dan puncaknya, jika bukan seorang pejuang tangguh, dia justru masuk dalam jaringan perdagangan manusia tersebut—satu-satunya tempat yang mau menerimanya dengan suka cita untuk dijual. Dia akan menerima bayaran yang ditetapkan muncikari, sang pedagang manusia.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Operasi senyap ini bukannya tanpa rintangan. Penembak jitu dapat dihindari, tetapi orang-orang kelaparan di kota mencegat para pembawa kardus. Isinya bukan pisang, tapi buku. Kolom Linda Christanty, terbit tiap Senin, di kumparanplus!
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten