• 1

Ibu Kota India Diselimuti Kabut Asap

Ibu Kota India Diselimuti Kabut Asap


Polusi di India

Polusi di India (Foto: REUTERS/Saumya Khandelwal)
Pencemaran udara di Ibu Kota India, New Delhi, berada pada tingkat berbahaya. Hal tersebut mengancam resiko kesehatan penduduk hingga harus menutup kegiatan sekolah.
Kepala Menteri PBB, Arvind Kejriwal, mengatakan bahwa New Delhi dijuluki sebagai "kamar gas" karena kualitas udara yang memburuk serta kabut beracun menutupi sebagian wilayah tersebut.
Akibatnya, sekolah untuk tingkat anak-anak usia dini ditutup sejak Rabu (8/11), dan semua kegiatan belajar di luar ruangan harus dihentikan.
Kabut tebal juga menyebabkan warga terkena iritasi mata serta sakit tenggorokan.
Sesuai dengan indeks kualitas udara oleh Badan Pengawas Polusi Pusat, konsentrasi partikel udara di New Delhi berada di tingkat berbahaya yakni mencapai angka 451 dari skala 500.
Sedangkan kriteria untuk udara yang baik dan sehat ialah di bawah angka 100. Pada tingkat berbahaya tersebut jelas akan mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Terlebih bagi mereka yang sedang sakit, keadaan itu akan memperburuk kondisi tubuh mereka.

Polusi di India

Polusi di India (Foto: REUTERS/Saumya Khandelwal)
Mengutip Reuters, di beberapa wilayah New Delhi, kualitas udara berada di atas batas ambang maksimal. Menurut indeks kualitas oleh kedutaan besar Amerika Serikat di New Delhi, wilayah RK Puram tercatat sebagai wilayah dengan tingkat polusi paling buruk, yakni 999 hingga membuat penduduk yang tinggal di wilayah tersebut kesulitan melihat.
Dr Arvind Kumar, dokter spesialis pembedahan bagian dada di rumah sakit Sir Ganga Ram mengatakan bahwa tingkat polusi tersebut sama halnya dengan merokok 50 batang sehari.
"Kami berada dalam keadaan darurat medis, sekolah harus ditutup dan kita perlu menurunkan level (polusi) ini. Kita semua memperpendek hidup kita," jelasnya.
Asosiasi Medis India mendesak, perlombaan lari terbesar yang diadakan di Delhi pada 19 November mendatang dibatalkan untuk melindungi para pelari serta sukarelawan dari tingkat polusi yang mematikan.
Indeks kualitas udara mencatat, konsentrasi udara berada di tingkat 2.5 partikel kecil, diameter 10, ozon, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida serta indikator lainnya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, pernafasan dan kanker.

Polusi di India

Polusi di India (Foto: REUTERS/Cathal McNaughton)
Tindakan darurat
Kualitas udara di New Delhi cenderung memburuk dalam beberapa hari ke depan karena angin barat laut membawa asap beracun dari negara-negara tetangga, seperti Punjabi dan Haryana. Hal ini dikarenakan petani membakar jerami sebelum musim tanam baru tiba.
Wakil Kepala Administrasi India, Manish Sisodia mengatakan, pemerintah telah melakukan tindakan darurat seperti melarang truk masuk ke Ibu Kota serta pemberhentian kegiatan konstruksi akan berguna dalam mengurangi polusi. Terlebih bila polusi udara terus meningkat.
Di bulan November ini, sekitar 1 juta anak terpaksa tidak sekolah, ribuan pekerja sakit dan warga kesulitan dalam mengantre demi mendapatkan masker wajah akibat polusi terburuk selama 20 tahun belakangan itu.
Pembakaran jerami oleh petani, emisi kendaraan, pembakaran lahan pertanian, dan debu dari konstruksi disekitar lokasi adalah beberapa faktor penyebab polusi di New Delhi melonjak tinggi.
Bharti Airtel, perusahaan telekomunikasi yang mensponsori balapan lari maraton di New Delhi, mengatakan pihaknya telah diinformasikan oleh pihak panitia penyelenggara bahwa langkah terbaik telah diambil untuk menanggulangi dampak polusi udara bagi para pelari.
Seperti misalnya menaburkan garam yang dicampur dengan air pada seluruh bagian jalur untuk meminimalisir debu. Lalu, kendaraan dilarang melintasi jalur yang dilewati oleh para pelari.
Namun begitu, pemerintah tetap harus mengambil langkah untuk memperbaiki kualitas udara.
"Polusi udara menimbulkan risiko kesehatan yang serius dan penting untuk ditangani dengan segera dan secara tepat oleh pihak berwenang, agar Airtel dapat menjadi sponsor acara-acara tersebut (maraton) tahun depan dan seterusnya," jelas pihak penyelenggara.

NewsInternasionalIndiaPolusi

500

Baca Lainnya