• 2

Kisah Petualangan 11 Bulan Berjalan Kaki Safir Islami dari Bekasi-Aceh

Kisah Petualangan 11 Bulan Berjalan Kaki Safir Islami dari Bekasi-Aceh


Safirul Islami

Safirul Islami (Foto: Instagram/@safirislami)
Mengenal Safirul Islami, pemuda 28 tahun yang nekad melakukan perjalanan dari rumahnya di Bekasi dan berakhir di titik 0 kilometer, Sabang.
Perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki dan menumpang kendaraan pribadi penduduk yang ia temui ini bukanlah tanpa tujuan. Kepada kumparan (kumparan.com) ia mengaku melakukan hal ini sebagai bentuk dari kecintaannya terhadap seni.
"Jadi ini adalah bagian dari art performance saya," ujar pria lulusan fakultas seni rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.
11 bulan waktu yang dibutuhkan Safir untuk sampai di titik 0 kilometer. Perjalanannya dimulai pada Jumat (23/9/2016) dari rumahnya di Bekasi hingga 5 September 2017 lalu kala dirinya sampai di 0 kilometer,Sabang.
Setiap jengkal kakinya menatapak atau setiap ia memiliki pengalaman yang tak terlupakan, Safir selalu membagikan kisahnya melalui akun Instagram pribadi miliknya @safirislami.

Safir melakukan 'pertunjukan seninya' itu tak sendiri, ditemani dengan anjingnya yang bernama Batu mereka berpetualang. Setelah menyelesaikan misinya, Safir berencana menerbitkan sebuah buku berjudul "0" yang kini tengah digarapnya.
Bukan tanpa kesulitan Safir dan Batu berpetualang menuju wilayah ujung Barat Indonesia, bahkan sehari sebelum dirinya sampai di Sabang Safir bercerita jika Batu, anjingnya, tak diizinkan untuk menyeberang.
"Ada peraturan daerah sabang yg melarang si Batu menyebrang. Ya, kata pihak karantina itu, anjing, kucing dan monyet," jelasnya pada 1 September di akun Instagramnya.
Ketika kumparan (kumparan.com) menanyai mengenai apa hal tersulit yang dialami, Safir dengan lugas menjawab "kebodohan manusia".
Hampir 3000 kilometer ia lalui demi sebuah karya seni, Titik 0 dipilih sebagai simbol bahwa segala sesuatunya akan kembali ke titik 0.

NewsLifestylePetualanganViral

500

Baca Lainnya