kumparan
25 Jul 2017 13:26 WIB

7 Mitos Seputar Air yang Perlu Kamu Ketahui

Batasan konsumsi air mineral. (Foto: Thinkstock)
"Air dingin bikin gendut"
"Infused water bisa tingkatkan kesehatan"
Pernahkah mendengar dua pernyataan ini?
ADVERTISEMENT
Kedua pernyataan ini mungkin sampai saat ini masih sering dipertanyakan oleh mayarakat tentang kebenarannya. Padahal jika ditinjau dari segi kesehatan, sudah ada jawaban ilmiah atas pernyataan ini.
Meskipun sudah ada penjelasan akurat mengenai hal tersebut namun mitos seputar air ini masih sering diperdebatkan. Untuk meluruskan persepi mengenai mitos air yang masih beredar di kalangan publik, kumparan (kumparan.com) akan memberikan mitos mengenai air yang sering membuat netizen terkecoh.
Apa saja?
Dikutip dari buku Mitos atau Fakta Air dan Hidrasi karya penulis Sudung O Pardede, Hardinsyah, Parlindungan Siregar, Budi Iman Santoso, inilah sederet mitos mengenai air yang perlu kamu ketahui kebenarannya:
1. Minum Air Dingin Bikin Gemuk
Minum air mineral (Foto: Thinkstock)
Bagi kamu yang selama ini menghindari air dingin demi mendapatkan tubuh langsing maka kamu harus membuang pikiran ini jauh-jauh. Sesungguhnya minum air es tidak akan membuat tubuh gemuk kecuali jika ditambah dengan sirup, gula atau sejenisnya. Karena baik air dingin atau tidak, air mineral atau air putih hanya mengandung 0 kalori.
ADVERTISEMENT
2. Minum Minuman Bersoda Meningkatkan Jumlah Darah Haid
Konsumsi soda bisa menyebabkan diabetes. (Foto: Thinkstock)
Sebenarnya ada dua mitos yang beredar di kalangan para wanita. Yang pertama, jika minum soda akan menghentikan darah haid yang keluar saat menstruasi. Dan yang kedua adalah minum soda saat haid akan meningkatkan jumlah darah haid. Padahal hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan antara minum minuman karbonasi atau soda dengan peningkatan jumlah darah haid yang keluar.
3. Infused Water Dapat Memperbaiki Kadar Vitamin dan Mineral Tubuh
Infused water. (Foto: Thinkstock)
Jika dilihat dari segi kesehatan, infused water tidak memberikan manfaat kesehatan yang cukup besar karena air yang dicampur dengan irisan buah-buahan seperti lemon, kiwi atau strawberry hanya akan memberikan perubahan rasa dari air mineral dan tidak memberikan dampak pada peningkatan asupan vitamin dan mineral.
ADVERTISEMENT
4. Semua Air Bersih Sehat untuk Diminum
Konsumsi air mineral sehari. (Foto: Thinkstock)
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menentukan kualitas air yang sehat. Karena bersih saja tidak cukup. Air minum yang aman diminum adalah air yang memenuhi semua persyaratan kulitas air yang meliputi persyaratan fisik, mikrobiologi, kimiawi, dan radioaktif. Penentuan yang paling mudah adalah bisa dilihat dari kejernihan air, bau dan rasa dari air tersebut.
5. Boleh Minum Air Sebanyak Mungkin
Ilustrasi segelas air mineral. (Foto: Thinsktock)
Kamu mungkin berpikir jika minum air putih sebanyak-banyaknya akan meningkatkan kesehatan sistem metabolisme tubuh. Tapi tahukah kamu jika kelebihan minum air juga tak baik untuk tubuh? Air yang melebihi batas normal per harinya bisa menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit khususnya penurunan kadar natrium (garam) dalam darah dan menimbulkan gejala yang ringan sampai membahayakan jiwa.
ADVERTISEMENT
6. Air yang Diminum Saat Berdiri Tidak Akan Diproses oleh Tubuh
Minum air sambil berdiri. (Foto: Thinkstock)
Sejatinya, minum dan makan sambil berdiri hanyalah urusan mengenai tata krama. Orang Indonesia yang sangat menjunjung tinggi adat kesopanan cenderung menghindari kegiatan makan dan minum smabil berdiri.
Namun, sebenarnya tak ada kaitan antara posisi saat meminum air dengan proses sisem metabolisme tubuh. Baik diminum saat duduk atau berdiri, air akan masuk ke dalam tubuh dan akan diproses dengan cara yang sama.
7. Kemasan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) Boleh Diisi Berkali-kali
Ilustrasi air botol kemasan. (Foto: Thinkstock)
Siapa di antara kamu yang mengoleksi kemasan air mineral? Kemasannya yang lucu dan menarik akan membuat siapapun tergoda untuk mengoleksinya dan berniat untuk menggunakan botol kemasan tersebut bekali-kali.
ADVERTISEMENT
Padahal, kemasan AMDK yang terbuat dari plastik diproduksi untuk satu kali pakai sehingga dikhawatirkan kemasan akan terdegradas atau rusak. Proses pengsian ulang AMDK juga bisa meningkatkan kontaminasi bakteri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·