kumparan
25 Oktober 2017 11:29

Laptop Segera Jadi Benda Terlarang dalam Penerbangan Internasional

Ilustrasi Kabin Pesawat
Ilustrasi Kabin Pesawat (Foto: Pixabay)
Apakah kamu sering bepergian ke luar negeri untuk urusan pekerjaan? Jika ya, ada pengumuman penting yang harus kamu ketahui.
ADVERTISEMENT
Karena sebentar lagi, PBB akan mengeluarkan aturan yang melarang penumpang untuk membawa atau menyalakan perangkat elektronik besar, seperti laptop, di dalam bagasi.
Alasannya, baterai lithium-ion pada laptop berpotensi mengalami overheat dan meledak jika diletakkan berdekatan dengan tabung spray aerosol. Seperti hairspray atau dry shampoo.
Ledakan kebakaran yang terjadi tentunya akan merugikan maskapai dan penumpang yang berada dalam pesawat. International Civil Aviation Organization mengajukan aturan ini untuk dijadikan bagian dari standar keselamatan penerbangan global.
Masih menunggu ratifikasi negara yang tergabung di dalamnya, proposal ini sudah dimasukkan dalam agenda rapat panel ICAO. Pertemuan ini dijadwalkan akan segera digelar minggu ini di Montreal.
Laptop Terbaru Keluaran Google
Laptop Terbaru Keluaran Google (Foto: Stephen Lam/Reuters)
FAA sendiri sudah melakukan uji coba keamanan hingga 10 kali. Tes ini dilakukan menggunakan laptop berbaterai penuh yang diletakkan dalam sebuah koper.
ADVERTISEMENT
Sebuah pemanas diletakkan di atas baterai untuk membuat suhunya meningkat secara perlahan (sesuai tekanan pesawat). Sekaleng aerosol berukuran 237ml juga diselipkan di dalam koper.
Dalam sekejap, api menyala dan membesar dengan cepat. Kaleng aerosol tersebut meledak dalam waktu 40 detik saja.
Percobaan lainnya dilakukan dengan menggabungkannya bersama penghapus cat kuku (alkohol) dan hand sanitazer. Api juga menyala dengan cepat, meski tanpa diikuti ledakan layaknya aerosol.
FAA mengatakan bahwa ledakan yang ditimbulkan memang tak akan menimbulkan kerusakan serius pada pesawat, namun besarnya api yang merembet akan sangat sulit dipadamkan. Dilansir Chicago Tribune, sejak 2006 sudah ada empat pilot yang terbunuh dan tiga pesawat kargo hancur akibat kobaran api yang dipicu ledakan baterai.
ADVERTISEMENT
Bagaimana pendapat kamu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan