News
·
24 Oktober 2020 5:29

Tingkatkan Kreativitas di Era New Normal, PMM UMM 61 Buat Handsanitizer Alami.

Konten ini diproduksi oleh Luthfi Gofar Fathoni
Setelah PSBB berakhir kini Kab. Sikka memasuki tahap new normal. Salah satu barang wajib dimiliki dan dibawa berpergian adalah hand sanitizer untuk proteksi diri.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari keadaan ini, anggota kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (PMM/UMM) kelompok 61 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ), Ach. Syaiful Hidayat A., SE., M.Sc., Ak. yang beranggotakan 2 orang ; Luthfi Gofar Fathoni dan Nafira Nafra pada Kamis (22/10/2020) membuat hand sanitizer dari bahan alami bersama anak-anak anak di Kampung Wuring, Kecamatan Wolomarang, Kabupaten Sikka.
Tingkatkan Kreativitas di Era New Normal, PMM UMM 61 Buat Handsanitizer Alami.  (83377)
bersama anak-anak Kampung Wuring setelah membuat handsanitizer alami
Hand sanitizer alami sendiri memiliki banyak keuntungan, antara lain: menjadi alternatif untuk orang yang memiliki alergi atau sensitif terhadap bahan kimia; bahan sangat mudah didapat; modal yang sedikit/murah; dan tak perlu waktu yang banyak dalam proses pembuatannya. Adapun bahan-bahan nya adalah serai (Cymbopogon citratus) dan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) tumbuhan yang memiliki aroma spesifik ini efektif dijadikan campuran pembersih tangan yang mudah didapatkan di pekarangan rumah. Adapun bahan dan cara pembuatannya sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
Bahan:
  • Daun serai secukupnya
  • Jeruk Nipis
  • Air
  • Botol spray
Cara Membuat:
  • Cuci bersih daun serai, jangan sampai ada kotoran yang menempel,
  • Iris kecil-kecil untuk mempermudah mengeluarkan senyawa bioaktif saat proses pengukusan,
  • Untuk melarutkan senyawa bioaktif yang terdapat dalam serai gunakan air panas untuk merebus daun serai,
  • Lakukan perebusan selama 15 menit,
  • Saring hasil perebusan (inilah ekstrak murni daun serai),
  • Campurkan degan air perasan jeruk nipis untuk pengawet alami yang tinggi akan antioksidan dan menimbulkan bau wangi,
  • Setelah air dingin kemudian masukkan ke dalam botol spray dan siap untuk digunakan.
Hand sanitizer alami ini tidak dapat bertahan lebih dari 2 minggu dan tidak dapat digunakan lagi ketika terlihat tanda-tanda seperti: Perubahan warna yang lebih pekat pada cairan hand sanitizer; timbulnya bau tengik; dan adanya endapan yang berwarna lebih gelap daripada cairan yang dibagian atas.
ADVERTISEMENT
“Harapan dari kegiatan pembuatan handsanitaizer sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak untuk meningkatkan kreatifitas dan selalu mematuhi protokol yang ditetapkan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Nafira Nafra selaku anggota PMM UMM kelompok 61.