• 0

USER STORY

Income Pentagon Jadi Best Seller, So What?

Income Pentagon Jadi Best Seller, So What?


Selalu, pilihan membawa pada konsekuensi.
Meskipun berangkat dari karir profesional dan wirausaha, passion pada riset dan ilmu membuat saya dengan senang hati menutup beberapa perusahaan yang murni perdagangan barang dan jasa tanpa konten R&D di dalamnya. Lalu fokus pada bisnis yang bersifat quasi-academic, berbasis riset ilmiah maupun terapan.

Ilustrasi Entrepeneur

Ilustrasi Entrepeneur (Foto: geralt)
Tidak banyak rekan-rekan ilmuwan yang berdiri di 2 kaki, menjadi ilmuwan dan wirausahawan. Maka tak heran masih banyak yang sinis dan memandang aneh keputusan saya untuk bermain paralel di 4 kaki sekaligus: researcher, enterpreneur, investor, dan practitioner.
Namun bagi saya independensi riset dan penemuan ilmiah memiliki tempat tersendiri, apalagi di Indonesia di mana anggaran riset sangat terbatas. Saya tidak ingin aspirasi ilmiah terkungkung oleh keterbatasan dana. Maka kemandirian ekonomi menjadi sebuah keniscayaan, bukan tujuan.
Untuk itulah Income Pentagon ada. Bukan hanya untuk kami sekeluarga, tetapi juga bagi setiap Anda yang ingin mewujudkan passion dan cita-cita.
Dan dari sanalah Income Pentagon ada. Karena passion terhadap sintesa beragam ilmu melahirkan Income Pentagon sebagai sebuah paduan indah dari cabang ilmu personal finance, wealth management, behavioral neuroscience, positive psychology, dan coaching dalam bahasa manusia sederhana.
Maka ketika malam tadi mendapat kabar dari Gramedia bahwa buku Income Pentagon menjadi best seller di berbagai kota di Indonesia, alhamdulillah, saya bersyukur tentunya. Padahal belum juga genap 2 minggu sejak pertama terbit. Namun sekali lagi, ini hanya sarana, bukan tujuan.
Karena sarana, maka di rangkaian launching dan roadshow 12 kota di 2 negara saya hanya hadir dua kali: launching di Jakarta dan Workshop di Washington DC. Sisanya sudah berbagi peran bersama para Wealth Coach Vanaya yang merupakan pelaku Income Pentagon dengan pola strategi unik yang berbeda-beda.

Ilustrasi perempuan menulis

Ilustrasi perempuan menulis (Foto: tanvimalik)
Karena sarana, maka menjadi penulis ternama, mengandalkan pundi dari royalti, atau dikagumi sebagai pembicara publik tidak pernah masuk dalam daftar cita-cita. Bukan berarti saya tidak setuju. Semua itu positif dan baik, silakan bagi yang berminat untuk itu. Hanya kebetulan bukan impian, karena ada yang lebih indah bagi diri ini jauh di depan sana.
Maka sarana (tool), hasil (result), dan tujuan (goal) jelas berbeda. Kadang kita terbalik menjadikan hasil dan sarana sebagai tujuan. Lalu hidup mengejar uang atau rekognisi diri. Padahal uang dan rekognisi hanya hasil atau sarana.
Jika terjebak pada hasil dan sarana, lantas di mana kita letakkan nilai kita sebagai manusia?
...dan karena alasan itulah, Income Pentagon ada.

#IncomePentagon
#WealthCoaching
#AppliedNeuroscience
#VanayaCoachingInstitute

PersonalStory

500

Baca Lainnya