Tekno & Sains
·
13 Januari 2021 9:30

5G Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Konten ini diproduksi oleh M Fadhil Fadholi
Beberapa tahun lalu, teknologi terbaru dari sektor telekomunikasi sudah resmi dirilis. Teknologi ini merupakan teknologi perkembangan dari teknologi yang sudah ada sebelumnya dan sudah menjadi standar baru sejak tahun 2013 lalu di Indonesia. Teknologi ini merupakan generasi kelima dari teknologi nirkabel yang ada, atau yang mungkin sudah kita ketahui dengan sebutan 5G.
ADVERTISEMENT
Semakin meningkatnya minat dan juga pengguna internet di dunia menjadi salah satu pemicu lahirnya teknologi ini. Karena 5G bisa memberikan peningkatan yang signifikan dalam hal kecepatan, jangkauan, dan keandalan dibandingkan 4G. Selain itu 5G menggunakan berbagai jenis antena, berjalan pada frekuensi yang berbeda, menghubungkan lebih banyak perangkat dengan jaringan internet, lebih sedikit waktu yang digunakan dalam pengoperasiannya, serta memberikan kecepatan internet yang lebih cepat.
Teknologi generasi terbaru ini sudah banyak digunakan oleh beberapa negara di eropa. Bahkan saat ini 5G sudah support di beberapa smartphone keluaran terbaru. Tentunya ini menjadi kabar baik dimana sekarang kita sudah bisa menyaksikan salah satu perkembangan dari teknologi yang kemungkinan akan menjadi standar dimasa yang akan datang.
ADVERTISEMENT
Namun banyak kabar beredar sejak awal kemunculan teknologi 5G ini, yaitu mengenai dampak yang mungkin disebakan olehnya. Maka dari itu, kali ini saya akan membahas apakah benar teknologi 5G ini akan menyebabkan dampak negatif dan apa saja dampak negatif yang akan muncul. Namu sebelum saya membahasnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai apa itu 5G dan cara kerjanya.
Dikutip dari Wikipedia, 5G atau Fifth Generation (Generasi Kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. Singkatnya 5G ini adalah sebuah standar generasi baru di dunia teknologi telekomunikasi.
Satu perbedaan mendasar yang ada adalah penggunaan frekuensi radio yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Spektrum radio yang digunakan 5G ini juga unik dimana spektrum radio dipecah menjadi pita, masing-masing pita tersebut memiliki fitur yang unik saat naik ke frekuensi yang lebih tinggi. Jaringan 4G menggunakan frekuensi dibawah 6 GHz, sedangkan 5G menggunakan frekuensi yang sangat tinggi dalam rentang 30 GHz sampai 300 GHz. Frekuensi tinggi ini menjadi salah satu alasan penting yang mana bisa mendukung kapasitas besar untuk akses data cepat. Selain untuk meningkatkan bandwith juga dapat digunakan tepat disebelah sinyal nirkabel lainnya tanpa menimbulkan gangguan.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan 4G yang menggunakan menara dalam pendistribusian sinyal dimana sinyal bisa di sebarkan secara luas, 5G menggunakan antena dengan panjang gelombang yang lebih pendek dibandingkan 4G. Namun 5G sangat terpusat dalam hal sinyal yang di distribusikan dibandingkan dengan 4G.
Lalu bagaimana dengan dampak yang mungkin timbul dengan adanya 5G ini? Jaringan yang kita kenal bahkan dari 2G hingga 5G saat ini dapat dikategorikan sebagai radiasi. Namun, radiasi tersebut bukan merupakan radiasi yang berbahaya. Secara umum, radiasi dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu radiasi ionizing dan radiasi non-ionizing.
Radiasi ionizing memiliki energi yang sangat besar yang terdapat didalamnya hingga dapat menyebebakan proses ionisasi. Contoh dari radiasi ini seperti radiasi ultraviolet, radiasi x-ray, dan radiasi gamma dan hanya berbahaya apabila terkena paparan berlebihan. Gelombang radio, gelombang microwave, dan gelombang infrared merupakan golongan radiasi non-ionizing, begitupula dengan gelombang 2G hingga 5G.
ADVERTISEMENT
Mengenai efek samping 5G terhadap tubuh manusia banyak penelitian menemukan bahwa paparan dari 5G dapat menyebabkan pemanasan dalam tubuh kita. Hal ini disebabkan karenan radiasi non-ionizing memiliki energi yang cukup untuk menggerakan atom yang kemudian akan menimbulkan pemanasan. Namun pemanasan ini tidak terlalu membahayakan.
Apakah 5G aman? WHO mengkategorikan 5G dengan potensi Carcinogenic 2B yang berarti ada kemungkinan walaupun belum definitif bahwa 5G dapat menyebabkan kanker. Namun harus dipahami juga bahwa kategori 2B ini merupakan kategori dengan faktor resiko yang sangat rendah dan banyak benda yang kita gunakan sehari-hari mengandung senyawa dalam kategori ini, seperti uang logam, kopi, dan rempah-rampah seperti kayu manis.
Jadi itu artinya 5g tidak berisiko sama sekali? Tidak sepenuhnya. Gelombang elektromagnetik antara 10 GHz dan 300 GHz harus dibatasi kepadatan energinya untuk menghindari pemanasan jaringan yang ada didekat tubuh manusia. Hal ini penting karena 5G tidak dapat menembus beberapa objek dan hanya dapat menjangkau jarak yang lebih pendek dari 4G. Sehingga sumber dari provider 5G haruslah selalu berdekatan dengan penggunanya.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya yang penting untuk kita ingat adalah sama halnya dengan segala inovasi baru, kita harus mempertimbangkan apakah hal-hal yang diberikan 5G sebanding dengan kemungkinan resiko yang diberikannya. Nyatanya adalah kita semua menggunakan internet. Oleh karena itu, internet yang secepat kilat pastinya akan memberikan peningkatan kinerja semua sektor di masyarakat. Dimulai dari kita yang sudah dapat mengunduh film dalam hitungan detik, hingga proyek perusahaan besar seperti pemrosesan data untuk mobil yang bisa mengemudi sendiri. Dan walaupun penelitian terhadap resiko 5G tetap berlangsung, untuk sementara resiko yang ada tidak signifikan untuk sepenuhnya menolak 5G.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white