Konten dari Pengguna

Mahasiswa UNDIP Sosialisasikan Teknik Aklimatisasi guna Kurangi Mortalitas Ikan

M Iqbal Yudiyansah

M Iqbal Yudiyansah

Berprofesi sebagai Mahasiswa Universitas Diponegoro dan Hobi Olahraga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Iqbal Yudiyansah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal (2 Juli 2025) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2025 melaksanakan sosialisasi budidaya ikan air tawar kepada para pembudidaya di Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini mengusung tema penting dalam keberhasilan pembesaran ikan, yaitu teknik aklimatisasi benih ikan yang tepat dan efektif. Kegiatan ini merupakan program kerja dari KKN-T IDBU Tim 38 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., dan Dr. Putut Har Riyadi, S.Pi., M.Si.

Sedang dilakukan proses sosialisasi terkait Aklimatisasi di BUMDes Desa Tambaksari yang Dihadiri Para Pembudidaya Ikan. Sumber Foto: Muhammad Iqbal Yudiyansah
zoom-in-whitePerbesar
Sedang dilakukan proses sosialisasi terkait Aklimatisasi di BUMDes Desa Tambaksari yang Dihadiri Para Pembudidaya Ikan. Sumber Foto: Muhammad Iqbal Yudiyansah

Aklimatisasi merupakan proses adaptasi benih ikan terhadap lingkungan barunya di kolam budidaya. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya tentang pentingnya aklimatisasi dalam menekan angka kematian (mortalitas) benih, menjaga stabilitas produksi, serta mendorong pertumbuhan ikan yang optimal.

Teknik Aklimatisasi Ikan yang Mudah dan Efektif

Mahasiswa UNDIP menjelaskan dua metode aklimatisasi sederhana namun efektif, yaitu metode kantong plastik dan pencampuran air. Pada metode kantong plastik, kantong berisi ikan diapungkan selama 15–30 menit untuk menyesuaikan suhu. Sedangkan metode pencampuran air dilakukan dengan menambahkan air kolam ke dalam wadah benih secara bertahap selama 2–3 tahap dengan interval 10–15 menit. Kedua metode ini membantu ikan menyesuaikan diri secara bertahap terhadap perbedaan suhu, pH, dan kandungan oksigen terlarut (DO) di kolam baru.

Dalam pemaparannya, tim KKN juga menyampaikan indikator keberhasilan aklimatisasi, seperti ikan berenang aktif, nafsu makan kembali dalam 24–48 jam, dan tingkat kematian di bawah 5% dalam 72 jam pertama. Sebaliknya, tanda-tanda gagal aklimatisasi ditunjukkan oleh ikan yang mengapung, lemas, hingga perubahan warna tubuh.

Proses foto bersama para pembudidaya di Desa Tambaksari, Kendal setelah dilakukannya sosialisasi. Sumber foto: Muhammad Iqbal Yudiyansah

Pembudidaya setempat menyambut baik kegiatan ini. Beberapa menyatakan bahwa pengetahuan tentang aklimatisasi selama ini sering diabaikan, padahal dampaknya besar terhadap keberlangsungan benih.

Dengan adanya edukasi ini, mahasiswa UNDIP berharap praktik aklimatisasi benih ikan menjadi standar wajib dalam budidaya, agar tingkat kelangsungan hidup ikan lebih tinggi dan hasil panen meningkat. Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen UNDIP dalam mendukung kemajuan sektor perikanan melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif dan ramah pembudidaya.