kumplus- Cover story fiksi Mahfud Ikhwan (chapter 9)
11 April 2021 15:47

Bekas Bek (9)

Aku pulang dari lapangan lebih cepat dari yang kurencanakan.
Saat menyepakati ajakan bocah-bocah itu, aku berpikir akan meladeni mereka barang setengah jam. Setengah lima pulang, mandi, dan menunggu waktu berbuka; rasanya pas. Nyatanya, saat ini, belum genap dua puluh menit sejak aku menancapkan gawang kecil itu dengan gembira, aku sudah berada di jalan menuju rumah, dengan langkah terseok dan badan sempoyongan. Betis kejang, dengkul linu, pangkal paha ngilu, mata berkabut, kepala berdenyut, dan entah apa lagi; seluruh badanku terasa remuk. Dan—cuih!—ludahku terasa pahit.
Tadi aku muntah di belakang gawang, di depan bocah-bocah yang bahkan tak berusaha menyembunyikan tawa mereka.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang