kumplus fiksi bek 33

Buku Kuning Itu (33)

Novelis yang mencintai sepak bola dan film India. Pemenang pertama Sayembara Novel DKJ 2014 dan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Ia menulis novel Ulid; Kambing dan Hujan; Dawuk. Novel terbarunya adalah Anwar Tohari Mencari Mati (Marjin Kiri, 2021).
26 September 2021 20:02
·
waktu baca 11 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ketika menyadari bahwa surat itu terlalu panjang untuk dikirimkan sebagai surat, ia mengingat roman-roman Balai Pustaka yang dibacanya di SMA, khususnya karya-karya Hamka yang kemudian dikoleksinya di perantauan, yang banyak memakai surat sebagai bagian dari cara bercerita, dan kemudian memutuskan untuk meneruskannya dengan menulis surat-surat lain seolah-olah semua itu akan benar-benar dikirimkannya kepadaku.
Dengan cara itulah ia, selayaknya seorang kakak yang bercerita kepada adiknya, kemudian menulis tentang hal-hal yang dianggapnya aku tak tahu atau terlalu kecil untuk mengingatnya: tentang desa kami ketika ia kecil, tentang nama-nama kayu, tentang jubung dan para pembakar gamping dan kejayaan gamping di Lerok yang kemudian runtuh, tentang bengkuang dan kenapa ia begitu ingin memuliakannya, dan terutama tentang sandiwara radio.
Ditulis dalam rentang kurang lebih dua tahun, dengan nada dan gaya yang kurang konsisten (barangkali karena pengaruh bacaan yang sedang dibacanya, bahasa Indonesia ragam tulis yang hanya didapatnya dari pelajaran Bahasa Indonesia, juga tentunya intrusi bahasa Melayu cakapan yang dipakainya sehari-sehari di lingkungan buruh migran) meskipun bukan berarti tanpa kekhasan, surat-surat itu panjangnya tak kurang dari 200-an halaman tulisan tangan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Isnan, tokoh utama novel Mahfud Ikhwan ini, pulang ke desanya dan mendapati semua telah berubah, termasuk sepak bola yang dicintainya. Ikuti babak demi babak yang terbit tiap akhir pekan. Klik ceritanya pada daftar konten.