kumplus bek 30 dian intan
6 September 2021 1:27
ยท
waktu baca 11 menit

Final (30)

Selama bertahun-tahun, sebagai pemain paling senior, Mas Jabal banyak menentukan bagaimana kami bermain dan siapa yang akan turun (tapi karena pemain kami selalu terbatas, perkara yang terakhir ini sebenarnya tak terlalu sulit.) Boleh dikata, Mas Jabal adalah pelatih-yang-bermain bagi kami, tipe yang belakangan sudah hampir lenyap dari sepak bola. Dan itu terjadi tanpa ada kesepakatan apa pun, tak juga ada yang menunjuk siapa jadi apa, dan kenapa. Bagaimana lagi, sebagian besar dari kami tumbuh di bawah asuhannya.
Memiliki pelatih pasti akan lebih baik untuk kami, apalagi mengingat perkembangan kegairahan terhadap sepak bola yang terjadi belakangan di Lerok. Juga, jika menimbang bahwa, sebaik apa pun petunjuk dan racikan strategi Mas Jabal, ia adalah orang bola lama dengan wawasan lama, lagipula terbatas; ia cuma bek pematah kaki dari Perserok, tim yang tak pernah punya prestasi apa-apa, dan sejauh itu kami memang belum ke mana-mana. Namun, menilik bagaimana selama bertahun-tahun kami mempertahankan tim yang terbatas dan berganti-ganti orang, tujuan terbesar kami tak lebih dari sekadar memiliki cukup pemain untuk bisa terus ikut turnamen, dan dengan demikian Perserok masih bisa diingat orang. Maka, memikirkan seorang pelatih menjadi sesuatu yang agak berlebihan.
Tapi rupanya ada pihak yang menganggap itu sudah waktunya, dan ia menyanggupi, meski tanpa sekalipun pernah membicarakannya dengan kami, para pemain.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Isnan, tokoh utama novel Mahfud Ikhwan ini, pulang ke desanya dan mendapati semua telah berubah, termasuk sepak bola yang dicintainya. Ikuti babak demi babak yang terbit tiap akhir pekan. Klik ceritanya pada daftar konten.