kumplus bek 29

Ilham Ilahi (29)

Novelis yang mencintai sepak bola dan film India. Pemenang pertama Sayembara Novel DKJ 2014 dan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Ia menulis novel Ulid; Kambing dan Hujan; Dawuk. Novel terbarunya adalah Anwar Tohari Mencari Mati (Marjin Kiri, 2021).
30 Agustus 2021 2:32
ยท
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kami punya seragam baru.
Pada dasarnya Perserok tak pernah punya seragam tetap. Saat aku kecil, yang kuingat dari Perserok adalah seragam warna merah dengan garis-garis ala Adidas yang sedang musim, dan karena itu terlihat mirip dengan kebanyakan tim sepak bola dari mana pun. Tapi, aku juga pernah mengingat mereka turun dengan memakai warna lain seperti kuning atau putih atau hijau, dan itu bisa dipastikan bukan karena warna yang satu adalah seragam utama, sementara warna lain adalah seragam kedua atau ketiga dan seterusnya, sebagaimana yang belakangan kita kenal lazim dalam sebuah tim sepak bola.
Pada masa-masa awal aku dan teman-teman madrasahku bergabung di lapangan, Perserok memakai seragam biru-putih Blackburn Rovers kiriman seorang mantan pemain kami dari Malaysia, yang kemudian ditambahi nomor punggung sablonan kami sendiri. Dua tahun kemudian ada dua kiriman seragam dari Malaysia, yaitu seragam merah MU dan seragam kedua Chelsea berwarna kuning dengan sponsor dada Coors yang legendaris itu; seragam kuning Chelsea kemudian lebih banyak kami pakai, mengingat pada tahun-tahun itu semua orang memakai kaos merah MU dengan sponsor dada Sharp.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Isnan, tokoh utama novel Mahfud Ikhwan ini, pulang ke desanya dan mendapati semua telah berubah, termasuk sepak bola yang dicintainya. Ikuti babak demi babak yang terbit tiap akhir pekan. Klik ceritanya pada daftar konten.