kumplus Cover fiksi Mahfud Ikhwan- Musala Sementara
28 Maret 2021 16:59

Musala Sementara dan Sepak Bola Terbaik di Dunia (7)

Sekarang kami mengerti kenapa kami harus menunda hasrat bermain sepak bola ala orang dewasa: di lapangan sungguhan, dengan bola kulit besar. Selain belajar dari pengalaman, toh kami bisa menemukan tempat lain yang sangat nyaman untuk bermain bola. Ia lebih luas dibanding halaman, mulus seperti koridor sekolah, dan kami tak harus kepanasan meski main pada siang bolong.
Yang lebih penting, hanya bocah-bocah seperti kami yang dapat bermain di sana. Sempurna. Sayang tempat itu hanya bisa dimanfaatkan setahun sekali. Namun, demi sepak bola yang paling menyenangkan di dunia, rasa-rasanya sekali dalam setahun itu memang layak dinantikan.
Setiap Ramadan tiba, masjid kami yang kecil selalu tumpah-ruah, lebih-lebih saat Tarawih. Untuk mengurangi beban masjid, pengurus memutuskan memisahkan anak-anak dari orang dewasa. “Biar menambah khusyuk amalan-amalan puasa orangtuanya,” begitu salah satu alasannya. Alasan lain: “Biar anak-anak mendapatkan ceramah yang lebih pas dengan umurnya.”

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang