kumparan
7 Oktober 2019 14:04

Anak Kepsek di Pinrang Mengamuk karena Bapaknya Akan Didemo Guru

SDN 187 Pinrang gaduh, anak Kepsek mengamuk dan ancam sejumlah guru sekolah, (Makassar Indeks).
Pinrang -- Anak kepala sekolah (kepsek) di SDN 187 Pinrang mengamuk dan mengancam sejumlah guru yang mengajar di sekolah tersebut di Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
Pria yang mengamuk di sekolah itu, anak kepsek berinisial IK. Ia mengamuk saat jam pelajaran sedang berlangsung berteriak dan mengancam setiap guru yang sedang melakukan aktivitas belajar mengajar. Beberapa guru yang panik melaporkan kejadian tersebut di Polsek Wattang Sawitto Pinrang.
Anggota Unit Reskrim Polsek Wattang, Sawitto Iptu M Syukri, mengatakan, penyebab mengamuknya putra kepala sekolah itu lantaran tidak terima karena orang tuanya merasa dilecehkan.
"Karena informasinya, guru-guru akan menggelar aksi di DPRD Pinrang terkait kepemimpinan orang tuanya sebagai Kepala sekolah di SDN 187 itu," kata Iptu M Syukri.
Sejumlah guru panik saat mengajar dan keluar dari kelas, saat anak Kepsek datang mengamuk, (Makassar Indeks).
Lanjutnya, ia mengatakan saat guru SDN 187 melakukan proses belajar mengajar, IK merupakan putra kepala sekolah Hj Armi Arifin, langsung mendatangi sekolah dan mengancam guru guru di sekolah itu.
ADVERTISEMENT
"Kita akan memanggil dan menginterogasi terduga pelaku dan kasusnya tetap kita lanjutkan," tegas Iptu M Syukri.
Beredar informasi, ketidak harmonisan antara guru dan kepala sekolah di sekolah itu sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. Bahkan aksi serupa sudah berulang kali dilakukan, namun dinas terkait belum melakukan tindakan apapun.
Tak hanya itu, para guru juga memasang spanduk di pagar sekolah, bertuliskan ‘Kami Guru mogok mengajar. Jika hak kami sebagai guru diabaikan, maka kami butuh pemimpin baru’.
Hingga saat ini, Kepala Sekolah SDN 187 Pinrang Hj Armi Arifin, belum bisa dikonfirmasi. Kepala Sekolah tersebut dikabarkan tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) penguatan Kepala Sekolah.
Sementara itu Pengawas SDN kecamatan Wattang, Sawitto Hj Farida, mengatakan, anak kepala sekolah itu tiba-tiba datang dan mengancam sejumlah guru.
ADVERTISEMENT
"Saya kurang tahu apakah membawa senjata tajam, atau tidak," kata dia.
Tampak laki laki yang diduga anak kepala sekolah itu selalu memegang pinggangnya sambil mengancam guru, tak tinggal diam sejumlah guru dalam suasana mencekam itu menghubungi pihak kepolisian setempat.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan