kumparan
KONTEN PUBLISHER
10 Januari 2020 15:24

Istri Gubernur Sulsel Ziarah Makam Pangeran Diponegoro di Makassar

Makam.jpg
istri Gubernur Sulsel, Lies F Nurdin berdoa di Makam Pangeran Diponegoro (Makassar Indeks/Herlin).
Makassar -- Ikatan Keluarga Besar Pangeran Diponegoro (IKAPADI) menggelar acara Majelis Zikir Haul Ke-165 Pangeran Diponegoro, yang jatuh pada tanggal 8 Januari 1855, di Pelataran Makam Pangeran Diponegoro, Kamis, (9/1).
ADVERTISEMENT
Acara yang ditujukan untuk mendoakan dan mengenang sosok pangeran yang memiliki nama asli Bendara Raden Mas Antawirya ini dihadiri oleh Lies F Nurdin selaku Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, keluarga besar Pangeran Diponegoro, jemaah Al-Khidmah, para raja, para habib, kyai, serta pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Lies yang ditemui usai mengikuti majelis zikir mengungkapkan, Pangeran Diponegoro merupakan salah satu pahlawan nasional yang dicintai banyak orang.
"Alhamdulillah malam ini kami melaksanakan Haul ke-165 dari Eyang Pangeran Diponegoro. Jadi keluarga besar berkumpul untuk mendoakan bersama. Pangeran Diponegoro kan pahlawan besar, Insya Allah seluruh masyarakat juga selalu berdoa untuk beliau," terang Lies F Nurdin.
makam 2.jpg
Suasana di acara Majelis Zikir Haul Ke-165 Pangeran Diponegoro, yang jatuh pada tanggal 8 Januari 1855, di Pelataran Makam Pangeran Diponegoro, Kamis, 9 Januari 2020.
Tanpa banyak diketahui sebelumnya, Lies F Nurdin juga merupakan salah satu keturunan dari Pangeran Diponegoro. Sang kakek dari istri Nurdin Abdullah ini merupakan keturunan dari Pangeran Diponegoro.
ADVERTISEMENT
Sebelum mengikuti rangkaian acara majelis zikir, Lies yang hadir didampingi oleh adik-adiknya juga menyempatkan untuk berziarah di makam Pangeran Diponegoro. Ia mengatakan, dirinya beserta keluarga sesekali berkunjung ke makam untuk melakukan doa bersama seluruh keluarga besar Pangeran Diponegoro lainnya.
Pada kesempatan ini, perwakilan dari keluarga besar Pangeran Diponegoro juga mengisahkan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Mulai dari awal mula terjadinya Perang Jawa, hingga masa-masa sang pangeran diasingkan ke Ujung Pandang, yang sekarang kita kenal dengan sebutan Makassar.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan