kumparan
13 Mei 2019 11:47

Jeneponto Diserang Demam Misterius: 3 Orang Tewas dan 70 Terjangkit

wwww.jpg
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Sulsel, Syamsul Bahri.
Makassar -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) untuk menyelesaikan masalah penyakit misterius yang menyerang warga Dusun Garongkong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT
Diketahui 73 orang didiagnosis mengidap penyakit misterius tersebut dan mengakibatkan tiga orang warga Jeneponto meninggal dunia. Hingga kini, 70 orang warga lainnya terserang penyakit misterius dengan gejala demam serta nyeri di badan, siku, dan tulang belakang.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Sulsel, Syamsul Bahri, mengatakan setelah melihat fenomena dan pemberitaan yang ada di Kabupaten Jeneponto, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Jeneponto, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan tim Dinas Kesehatan Jeneponto. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab serta asal muasal penyakit yang menyerang warga tersebut.
Ilustrasi Anak Demam
Ilustrasi Anak Demam Foto: Shutterstock
Syamsul menuturkan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan solosis (penyakit dari hewan atau dari ternak). "Ternyata itu dilihat dan ditanya orang situ di Desa Garingkong semua rata-rata jawabannya hewan ternak sehat dan tidak ada kematian begitu," ujarnya, Senin (13/5).
ADVERTISEMENT
"Kita coba ambil darah kerbau, sapi, dan kemudian ayam, kita takutkan jangan sampai ada solosis jadi kita sekarang masih menunggu dulu hasil-hasil dari Bevet (Balai Besar Veteriner) Maros. Kami sudah antisipasi, sudah ada tim terpadu turun, Dinas Kesehatan juga," lanjut Syamsul.
Syamsul mengimbau para warga untuk segera melaporkan ke dinas provinsi setempat jika menemukan gejala penyakit yang menyerang hewan ternak. Hal ini bertujuan agar tidak membahayakan pemilik hewan dan warga sekitar.
"Untuk antisipasi, begitu ada gejala penyakit ditemukan ditangani dengan sistem pelaporan kesehatan hewan nasional. Jadi begitu ada gejala, ada kematian ternak, misalnya dicurigai, langsung ternak itu dilaporkan ke provinsi dan pusat hari itu juga," jelas Syamsul.
Diketahui, kasus seperti ini baru pertama kali terjadi di Sulawesi Selatan. Namun, kata Syamsul pihaknya juga terus melakukan penyuluhan kepada para peternak dan melakukan vaksinasi ternak serta penyemprotan dengan disinfektan. Saat ini TGC sedang menunggu hasil dari laboratorium untuk tindakan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
"Kami menunggu hasil laboratorium, kalau kondisi serta ciri-cirinya dari gambaran-gambaran yang didapat sejauh ini, soal penyakit tersebut tidak pernah ada, barusan ada, ini misterius begitu," pungkasnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan