Pencarian populer
PUBLISHER STORY
10 Juli 2019 9:55 WIB
0
0

Perempuan di Jeneponto Bunuh Diri Diduga Persoalan Mahar Pernikahan

Jenasah almarhumah Sia Binti Liwang (31) saat disemayamkan di rumahnya di Kampung Karamaka, Desa Banrimanurung Jeneponto, (Makassar Indeks).
Jeneponto -- Seorang perempuan asal Kampung Karamaka, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sia Binti Liwang (31) nekat meminum racun serangga hingga meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Sia sapaan akrabnya diduga meminum racun lantaran tak mendapat restu dari orangtua, ia pun minggat dari rumah dan mengikuti Ramli Bin Tompo (37) pria yang telah menikah dengannya secara nikah siri.
Selama beberapa hari tinggal bersama Ramli dan orang tua pria tersebut, Sia Binti Liwang sempat mendapat tekanan dari keluarga, lantaran mahar yang dijanjikan Ramli tak kunjung dipenuhi.
Bermula saat keluarga pria hendak melamar Sia dengan uang panaik (mahar) senilai Rp 10 juta, namun pihak keluarga perempuan meminta Rp15 Juta. Namun keluarga pihak laki-laki tak menyanggupi akhirnya lamaran tersebut tidak berlanjut.
Lamaran tak berlanjut sehingga keduanya memutuskan nikah siri dan Sia minggat dari rumahnya, hingga akhirnya mengalami depresi Sia pun meneguk racun serangga. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak lama kemudian meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
"Benar jika kejadian meninggalnya seorang perempuan asal Bangkala Jeneponto diduga meminum racun serangga, ujar Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto, Rabu (10/7).
Anggota Polres Bangkala saat meminta keterangan keluarga korban yang meneguk racun hingga tewas, (Makassar Indeks).
Permasalahan uang panaik bagi kedua keluarga pihak Kepolisian Polres Jeneponto masih mengumpulkan bukti-bukti hanya untuk kasus bunuh diri.
"Kita belum tahu apa permasalahnnya, ini dugaan sementara kita bisa simpulkan diduga meneguk racun serangga, karena sebelumnya ia dirawat di rumah sakit karena keracunan," ujar AKP Heri Susanto.
Sementara itu Kapolsek Bangkala, Iptu Bahctiar mengatakan, jika pihaknya masih melakukan pendekatan secara kekeluargaan untuk mengkungkap kasus bunuh diri dilatari kawin lari.
Ia mengatakan jika salahsatu anggota kepolisian melakukan komunikasi dengan keluarga perempuan yakni, Hamid. Saat mendapatkan keterangan dari keluarganya jika ikhlas atas kepergian Sia, dan memang dibenarkan sempat ada kabar keduanya kawin lari.
ADVERTISEMENT
"Untuk kawin larinya, saya minta komunikasi dengan imam desa, agar kawin larinya bisa dituntaskan," ujar Kapolsek Iptu Bahctiar.
Iptu Bahctiar juga menambahkan jika saat ini persoalan uang panaik tersebut sangat jauh untuk ditelusuri dan tidak menanggapi itu. Peran kami sebagai polisi, mengawal bagaimana keputusan kedua belah pihak.
"Kalau uang panaik saya serahkan ke pemerintah setempat. Tidak elegan kalau polisi bicara uang panaik," pungkasnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86