kumparan
KONTEN PUBLISHER
16 Januari 2020 14:15

Praperadilan Ditolak, Pemimpin Aliran Sesat di Gowa Tetap Tersangka

Puang.jpg
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga memimpin rilis kasus penistaan agama oleh Yusuf Puang La'lang, Senin (4/11).
Gowa -- Tersangka kasus dugaan penistaan agama yang juga pemimpin Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf Gowa yakni Puang La'lang (74), saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa Gowa.
ADVERTISEMENT
Selama sembilan hari, sejak tanggal 6 hingga 14 Januari 2020, praperadilan yang diajukan oleh pengacaranya ditolak.
Bahkan kini status Puang La'lang telah sah ditetapkan tersangka oleh PN Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
Puang La'lang sebelumnya dianggap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa.
KS.jpg
Juru Bicara PN Sungguminasa, Sigit Triatmojo, (Foto: Makassar Indeks/Abdul).
"Ternyata, hakim menjatuhkan putusan penetapan tersangka itu sudah memenuhi syarat atau pun formil, dijadikan sebagai tersangka oleh penyidik," kata Juru Bicara PN Sungguminasa, Sigit Triatmojo, Kamis (16/1).
Sidang praperadilan tersebut dipimpin oleh Hakim tunggal Wahyudi Said. Sedangkan panitera penggantinya yakni Sudarmono.
Kata Sigit, putusan dalam sidang tersebut juga sudah sesuai dengan putusan di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Penetapan tersangka itu harus memiliki prinsip alat bukti yang sah. Dalam aturan, ada beberapa keterangan saksi, para saksi ahli, surat, dan sebagainya yang harus dipenuhi penyidik," sambung Sigit.
ADVERTISEMENT
Penyidik Sat Reskrim Polres Gowa pun kembali akan melanjutkan penyidikan Puang La'lang, setelah praperadilan. Pria 74 tahun itu ditolak pihak pengadilan. Tersangka pun kini kembali 'dihantui' dengan pasal berlapis.
Tindakan Puang La'lang sebagai pimpinan tarekat itu dianggap sesat dan menyesatkan karena menjual kartu surga ke pengikutnya, dan beberapa ajaran sesat lainnya.
Tersangka dijerat Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3, 4 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 dan atau UU Nomor 22 Tahun 1946, dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan