News
·
21 Mei 2018 11:05

Penyelundupan Ratusan Burung Nuri dari Malang Digagalkan di Bandara Soetta

Konten ini diproduksi oleh MalangTODAY
Penyelundupan Ratusan Burung Nuri dari Malang Digagalkan di Bandara Soetta (86691)
Ilustrasi penyelundupan burung nuri@profauna.net
MALANGTODAY.NET – Sebanyak 353 ekor burung Nuri yang dikirim secara ilegal melalui Bandara Abdulrachman Saleh, Malang berhasil digagalkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Sabtu (19/5).
ADVERTISEMENT
Penyelundupan ratusan ekor burung nuri itu digagalkan petugas saat transit di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang Banten. Ratusan burung paruh bengkok itu dikirim lewat kargo pesawat Sriwijaya Air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, burung-burung tersebut akan dikirim ke Medan. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas BKSDA Jakarta, pengiriman burung itu tidak disertai Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN) dari BKSDA Jawa Timur.
Polisi Hutan BKSDA Malang, Imam Pujiono membenarkan terkait upaya penyelundupan ratusan burung yang digagalkan di Bandara Soetta itu.
“Kita kemarin menerima informasi dari BKSDA DKI bahwa telah ada pengamanan sejumlah burung di Bandara Soetta yang dikirim dari Bandara Abdulrachman Saleh tanpa dilengkapi SATS-DN, dan ini adalah ilegal,” kata Imam, Minggu (20/5).
ADVERTISEMENT
Imam menuturkan, burung yang termasuk keluarga Parrot ini berada pada kategori Apendiks 2, artinya belum dilindungi tapi untuk mengambil dan membawa dari habitat aslinya harus ada ijin dari BKSDA berupa SATS-DN tersebut.
“Tujuannya agar tidak terjadi pengambilan secara besar-besaran di alam bebas,” sambungnya.
Lebih lanjut, Imam menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BKSDA Jakarta untuk menyelidiki siapa orang dibalik upaya penyelundupan ratusan burung tersebut.
Adapun 353 burung Nuri yang diamankan petugas diantaranya, 78 ekor Nuri Merah (Eos Borneo), 30 ekor Nuri Dusky (Pseudeos Fuscata), 173 ekor Nuri Pelangi (Trichoglossus Haematodus), 30 ekor Nuri Tanimbar (Eos Reticulata), dan sisanya tak terselamatkan.
Reporter: Dhimas Fikri
Editor : Endra Kurniawan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white