Apa Saja Dampak Inner Child yang Terluka?

Konten dari Pengguna
6 April 2022 13:09
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi dampak inner child (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak inner child (Sumber: Pexels)
ADVERTISEMENT
Ngobrolin masalah mental health, mungkin enggak akan ada habisnya ya, Ma. Salah satunya adalah dampak inner child yang terluka.
ADVERTISEMENT
Mungkin Mama-Mama juga sudah sering mendengar ya, kalau kita sebagai orang tua perlu “berdamai” dengan inner child yang belum sembuh. Akibat adanya inner child yang terluka ini, bisa membuat Mama-Mama mengalami banyak kesalahan saat mengasuh si buah hati serta dapat pula mengganggu hubungan dengan pasangan.
Saat kita kecil, mungkin saja kita mengalami sebuah kejadian buruk atau trauma yang hingga sekarang belum bisa hilang begitu saja. Dampak yang ditimbulkannya bisa jadi kamu memunculkan tindakan agresif saat dewasa, emosi tidak stabil, mudah marah, hingga melakukan perbuatan yang destruktif.
Nah, inner child yang terluka ini enggak boleh dibiarkan begitu saja Ma. Bukan hanya bisa memunculkan masalah pada diri sendiri, dikhawatirkan inner child ini juga bisa menghambat hubungan Mama-Mama dengan lingkungan sosial.
ADVERTISEMENT
Jadi, bagaimana penjelasan mengenai inner child ini? Lantas apa saja dampak inner child yang terluka ini? Kalau Mama-Mama masih penasaran, simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini, ya. Cek infonya di sini!

Dampak Inner Child

Ilustrasi dampak inner child (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak inner child (Sumber: Pexels)
Sekarang sepertinya kita sudah enggak asing lagi ya dengan istilah inner child ini. Melansir laman Psychology Today, istilah inner child ini telah banyak dipakai oleh para psikolog di tahun 90-an oleh seorang penulis sekaligus pendidik yang bernama John Bradshaw, dalam bukunya yang berjudul Homecoming: Reclaiming and Championing Your Inner Child.
Jadi, sebenarnya apa sih inner child? Masih menurut Psychology Today, inner child merujuk pada sebuah sifat kekanak-kanakan pada diri seseorang. Konsep inner child memang sering dikaitkan dengan sifat childish seseorang, utamanya pada orang dewasa.
ADVERTISEMENT
Nah, setiap orang umumnya memiliki sikap kekanak-kanakan yang berbeda, yang memang terbentuk dari pengalaman saat masih kecil, yang buruk maupun yang baik.
Memang, setiap Mama-Mama di sini akan mengalami berbagai perjalanan hidup yang berbeda-beda. Bahkan, banyak juga yang penuh dengan luka serta pengalaman pahit. Sisa dari pengalaman buruk inilah yang bisa membentuk sebuah energi negatif dan bisa mempengaruhi kepribadian.
Inner child yang terluka pada saat dewasa dampaknya akan sangat nyata. Banyak orang tua yang melakukan kesalahan bahkan kekerasan pada pola pengasuhan pada anak karena adanya inner child yang terluka ini.
Selain itu, inner child yang terluka juga bisa memengaruhi kondisi emosi seseorang, membuat seseorang sulit mengambil keputusan, sampai bisa menghambat hubungan dengan pasangan serta lingkungan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari laman CPTSD Foundation, ada beberapa dampak inner child yang terluka yang bisa muncul pada orang dewasa, di antaranya adalah:
  • Perasaan marah yang mendalam.
  • Ketidakmampuan untuk mencintai diri sendiri.
  • Selalu merasa rendah diri dan tidak percaya diri.
  • Sering merasa cemas ketika dihadapkan dengan sesuatu yang baru.
  • Memperlihatkan rasa curiga pada orang lain.
  • Sering merasa bersalah.
  • Kesulitan membuat keputusan.
  • Terdapat masalah mempertahankan hubungan yang sehat pada orang lain.
  • Terkadang bersifat perfeksionis dan terlalu kompetitif.
  • Merasa malu saat mengekspresikan emosi.

Bagaimana Caranya Berdamai dengan Inner Child yang Terluka

Ilustrasi dampak inner child (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak inner child (Sumber: Pexels)
Seringkali masalah inner child yang terluka ini menjadi hambatan bagi seseorang. Namun sebenarnya ada beberapa hal yang bisa Mama-Mama lakukan supaya berdamai dengan inner child ini. Apa sajakah?

1. Memahami Mengenai Inner Child dalam Diri

Sebenarnya untuk bisa berdamai dengan inner child yang terluka, hal yang pertama yang perlu Mama-Mama lakukan adalah mengidentifikasi mengenai penyebab luka batin masa kecilmu.
ADVERTISEMENT
Sebagai contoh, apakah kamu mengalami kekerasan fisik saat kecil, sehingga menyisakan luka sampai dewasa? Bisa jadi inilah penyebab inner child yang terluka dalam dirimu.

2. Menulis Surat untuk Diri Sendiri

Mama kebetulan pernah baca dari Healthline, menulis surat untuk diri sendiri bisa menjadi salah satu dialog guna proses penyembuhan inner child yang terluka.
Dengan menulis surat ini, Mama-Mama bisa menumpahkan segala pengalaman atau kenangan buruk yang pernah kamu rasakan. Sehingga kamu bisa memahami hal apa saja yang membuat luka batin yang masih tersisa dari masa kecil tersebut.
Cobalah untuk membuat dialog dengan diri sendiri seperti, “Bagaimana perasaanmu kini?” atau “Dukungan seperti apakah yang kamu butuhkan?”

3. Melakukan Meditasi

Kemudian mengutip Liberti on Journey, meditasi juga bisa menjadi cara untukmu berhubungan lebih baik dengan inner child dalam diri sendiri. Meditasi bisa meningkatkan kesadaran diri serta memahami perasaan yang muncul dalam diri.
ADVERTISEMENT
Selain itu, meditasi juga bisa membantu Mama-Mama mengontrol emosi, mengurangi risiko timbulnya stres, dan membuat suasana hati menjadi lebih tenang.
Itulah dia dampak inner child yang terluka serta penjelasan lainnya mengenai inner child. Apabila kamu merasa lebih membutuhkan bantuan profesional, jangan sungkan juga ya untuk melakukan konsultasi mengenai kesehatan mental. Baik pada psikolog, psikiater, maupun ahli profesional yang lainnya.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya, Ma!
(AN)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020