Ciri ASIP Basi dan Tidak Layak Dikonsumsi

Konten dari Pengguna
26 November 2021 17:31
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ciri ASIP Basi dan Tidak Layak Dikonsumsi (153138)
searchPerbesar
Ilustrasi ciri ASIP basi. Foto: Thinkstock
Kamu sudah tahu belum Ma apa saja ciri ASIP basi dan tidak layak dikonsumsi? ASI perah atau ASIP sebenarnya sama saja seperti makanan atau minuman lainnya yang bisa basi kalau enggak disimpan dengan cara yang tepat. ASI perah juga mungkin aja terkontaminasi bakteri atau jamur, Ma.
ADVERTISEMENT
Buat Mama-Mama yang ASI-nya deras, memerah ASI ini bisa jadi pilihan supaya payudara enggak terasa penuh dan ngilu meskipun sudah menyusui. Memerah ASI juga bisa jadi solusi buat Mama-Mama yang harus bekerja di luar rumah supaya bisa memastikan kalau si kecil disusui dengan baik.
Tetapi, ASI perah ini juga ada batasan waktu amannya, Ma. Apalagi kalau enggak disimpan dengan benar. ASI perah mungkin akan jadi cepat basi. Sayang banget kan, Ma sudah capek-capek mompa eh malah mubazir karena ASI jadi basi.
Ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui ASI perah basi dan sudah enggak layak konsumsi seperti berikut ini.

Ciri ASIP Basi

Ciri ASIP Basi dan Tidak Layak Dikonsumsi (153139)
searchPerbesar
Ilustrasi ciri ASIP basi. Foto: Shutterstock
1. Bau Busuk
ASIP yang berbau busuk dapat menunjukkan bahwa ASI sudah rusak. Baunya akan mirip dengan bau susu sapi busuk. Tetapi ada juga ASI perah yang memiliki bau tertentu. Bau ini bisa saja muncul dari enzim tertentu yang ada dalam ASI.
ADVERTISEMENT
2. Tidak Tercampur saat Dikocok
ASI secara alami terpisah saat mengendap, dan bisa disalahartikan menjadi buruk karena lemaknya naik ke atas. Tetapi ini hal normal dan belum tentu menandakan kalau ASI basi.
Cobalah untuk mengocoknya, Ma. Kalau lemak dalam susu tidak mau bercampur, ada kemungkinan kalau ASI sudah enggak layak dikonsumsi.
3. Disimpan di Kulkas Lebih dari 5 Hari
ASI segar dapat disimpan dalam lemari es hingga empat hari. Tetapi jika sudah dikeluarkan, sebaiknya habiskan dalam waktu 24 jam.
Selain itu, ASI yang sudah berada di lemari es selama lebih dari lima hari kemungkinan besar tidak dapat digunakan. Untuk membantu kamu mengetahui waktu, penting untuk memberi label pada semua ASI Anda yang dipompa.
ADVERTISEMENT
Semua wadah penyimpanan susu harus diberi label dengan tanggal susu dipompa. Ini akan mempermudah kamu mengatur agar menggunakan ASI yang paling pertama disimpan untuk dipakai terlebih dahulu.
4. Penyimpanannya Tidak Benar
Seperti apa pun, jika ASI tidak disegel atau disimpan dengan benar atau wadahnya terbuka, kemungkinan ASI rusak sangat meningkat.
Saat menyimpan ASI di lemari es atau freezer, penting untuk menggunakan wadah yang dirancang khusus untuk penyimpanan ASI. Wadah ASI ini dibuat dengan plastik yang aman dan dirancang untuk tahan terhadap kondisi penyimpanan.
5. Rasanya Asam
Cara termudah dan paling pasti untuk mengetahui apakah ASI perah sudah basi adalah dengan mencicipinya sendiri. ASI perah yang sudah enggak layak dikonsumsi bayi rasanya akan asam. Rasa asam dapat menunjukkan jika kualitas ASI sudah buruk dan sebaiknya segera dibuang.
ADVERTISEMENT
Nah itu dia beberapa ciri ASIP basi dan ssudah enggak layak untuk dikonsumsi. Supaya ASI perah enggak cepat basi, kamu harus tahu bagaimana cara menyimpan ASI perah dengan baik dan benar.
Sebelum menyimpannya, cobalah cium dan cicipi sedikit rasa ASI tepat setelah diperah dari payudara. Ulangi cium dan cicipi lagi setelah beberapa jam ke depan setelah meninggalkannya di suhu ruangan. Kalau bau dan rasanya berbeda, kemungkinan ASIP telah terkontaminasi jamur atau bakteri.
(RPR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020