Mom
·
15 September 2021 13:01
·
waktu baca 4 menit

Tips Sukses Toilet Training, Lakukan Beberapa Langkah Ini

Konten ini diproduksi oleh Mama Rempong
Tips Sukses Toilet Training, Lakukan Beberapa Langkah Ini (846898)
searchPerbesar
Ilustrasi tips sukses toilet training (Sumber: Flickr)
Apa saja sih tips sukses toilet training? Mengajari si kecil menggunakan toilet memang sangat penting, Ma. Toilet training ini menjadi salah satu tahap kemandirian yang setiap anak harus lalui.
ADVERTISEMENT
Meskipun begitu, tahapan ini bisa dibilang juga menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua ya? Mama sendiri juga mengalaminya kok. Setelah proses menyapih anak, toilet training bisa dibilang tahap yang lumayan bikin deg-degan juga. Karena enggak boleh sembarangan kan untuk melakukannya?
Cuma memang kita perlu melihat kesiapan anak terlebih dahulu sebelum melakukan toilet training ini.
Adakah yang kini anaknya sedang dalam proses toilet training? Ini dia beberapa tips sukses toilet training yang akan Mama share. Apa saja? Simak selengkapnya di sini ya!

Tips Sukses Toilet Training

Tips Sukses Toilet Training, Lakukan Beberapa Langkah Ini (846899)
searchPerbesar
Ilustrasi tips sukses toilet training (Sumber: Flickr)
1. Pastikan Anak dan Orang Tua Siap Melakukan Toilet Training
Biasanya si kecil mulai toilet training pada usia 2 tahun. Tetapi ada banyak pula anak yang baru siap di akhir usia 3 tahun. Umumnya anak laki-laki juga lebih terlambat siap untuk pelatihan ini dibandingkan anak perempuan.
ADVERTISEMENT
Perlu Mama-Mama ketahui, kesiapan anak untuk toilet training ini berbeda tergantung individunya. Jadi jangan sampai kamu berencana memulai toilet training hanya karena melihat anak seusia yang lain sudah melakukannya, tapi perhatikanlah apakah si kecil sudah siap atau belum.
Kamu bisa melihat kesiapan si kecil dari beberapa aspek, pertama adalah dari kesiapan fisiknya. Hal ini bisa kamu perhatikan dari kapan rentang waktu popoknya mulai basah, misalnya dalam 3 atau 4 jam sekali. Ketika popoknya tetap kering meski telah dipakai hampir 4 jam artinya dia mampu untuk mengendalikan kemihnya.
Lalu lihat dari perilakunya, apakah dia sudah mulai ingin mencoba menggunakan toilet atau masih lebih banyak ingin menggunakan diaper. Anak yang terlihat lebih siap untuk toilet training juga bisa ditandai dari kesiapan kognitifnya, dengan mulai mengungkapkan kepada orang tuanya ketika dia ingin buang air kecil maupun buang air besar.
ADVERTISEMENT
Intinya persiapan toilet training juga akan kembali lagi kepada kita sebagai orang tua, Ma. Perlu konsentrasi yang tinggi untuk memulai kebiasaan baru ini, sehingga tidak disarankan untuk melakukan toilet training jika waktumu sibuk dengan pekerjaan lainnya.
Orang tua juga memerlukan kesabaran yang tinggi ketika ingin memulai toilet training pada anak. Pasalnya jika kita sering memarahinya ketika dia gagal saat toilet training, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan trauma bagi si kecil Ma.
2. Pilih Perlengkapan Toilet Training yang Nyaman untuk Anak
Tips Sukses Toilet Training, Lakukan Beberapa Langkah Ini (846900)
searchPerbesar
Ilustrasi tips sukses toilet training (Sumber: Flickr)
Ternyata tidak semua anak langsung berani duduk atau jongkok di atas toilet, sehingga mereka menolak saat diajarkan toilet training. Kamu bisa menyiasatinya dengan menawarkan si kecil buat duduk di atas potty chair terlebih dahulu. Kalau dia sudah berani, barulah mencobanya untuk di toilet.
ADVERTISEMENT
Bisa juga menambahkan beberapa perlengkapan tambahan supaya proses toilet training ini semakin nyaman buat si kecil, sebagai contoh pee trainer bagi anak laki-laki, bantalan kursi toilet, cincin toilet, dan sebagainya.
3. Ajarkan Bagaimana Cara Melakukannya
Kamu bisa mulai mengajarkan anak secara berurutan bagaimana cara toilet training. Namun tak perlu juga dengan cara yang vulgar dan menunjukkan aktivitas pribadimu, Ma.
Bagi anak laki-laki mulailah dengan mengajarinya cara berdiri, sementara itu berjongkok untuk anak perempuan saat toilet training. Setelah itu ajari bagaimana cara membersihkan dengan mengeringkan daerah kemaluan. Dilanjutkan dengan mengenakan kembali celana, menyiram kloset, serta mencuci tangan.
4. Lakukan Sebagai Rutinitas
Ajari si kecil buat mulai ke kamar mandi setiap 2 sampai 3 jam sekali, ketika bangun atau hendak tidur. Rutinitas seperti ini akan membantu tubuhnya untuk mengenali jadwal kapan dia harus buang air kecil atau buang air besar.
ADVERTISEMENT
5. Tetap Dampingi Anak saat Melakukannya
Salah satu hal yang penting pada saat toilet training adalah pastikan agar Mama-Mama selalu mendampinginya. Pasalnya anak akan tetap memerlukan bantuanmu, misalnya untuk melepas celana atau ketika dia merasa kurang nyaman saat di kamar mandi.
Ketika dia sudah berhasil melakukan toilet training ini, jangan ragu buat memberikannya pujian juga ya Ma! Biar si kecil semakin konsisten melakukannya dan dijadikan kebiasaan baru untuknya.
Nah itu dia beberapa tips sukses toilet training. Yang terpenting adalah kesiapan dari Mama-Mama dan si kecil ya buat melewati tahapan ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagimu Ma!
Kapan anak melakukan toilet training?
chevron-down
Apa tanda anak siap toilet training?
chevron-down
Apa saja yang dibutuhkan untuk toilet training?
chevron-down
(AN)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white