kumparan
30 Juni 2019 15:22

3 Orang Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota TNI di Sulut

ilustrasi meninggal.png
Ilustrasi meninggal
Kasus pembunuhan anggota TNI Angkatan Darat, Kopda Lucky Prasetyo, warga asal Nganjuk, Jawa Timur, yang berdomisili di Desa Kema 3, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terus berlanjut.
ADVERTISEMENT
Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Kombes Pol. Ibrahim Tompo, mengatakan pihaknya telah menetapkan 3 tersangka terkait kasus penganiayaan yang berujung pada kematian anggota TNI AD tersebut.
"Kami mengamankan 4 orang. Dari 4 orang yang dilakukan pendalaman sejak Sabtu (29/6), akhirnya 3 orang sudah kami jadikan tersangka. Satu orang masih didalami lagi perannya seperti apa," kata Tompo, Minggu (30/6).
Tompo menjelaskan, pihaknya akan melakukan penerapan pasal maksimal kepada para tersangka. Ada pun, pasal yang akan dikenakan adalah Pasal 338 subsider 170 ayat 2, subsider 354, dan subsider 351.
"Ketiganya diancam hukuman 15 tahun. Tetapi itu nanti pengadilan yang putuskan," tutur Tompo.
Sementara itu, Tompo masih enggan membeberkan alasan terjadinya aksi brutal penganiayaan yang dilakukan oleh para tersangka. Tompo mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
Kejadian tersebut, jelas Tompo, berawal dari salah paham di depan diskotek yang terjadi sekitar pukul 05.30 WITA pada Sabtu (29/6). Ketika itu, korban dan tersangka yang bersama rekan-rekannya terlibat cekcok, dan akhirnya berlanjut hingga terjadi baku hantam yang menewaskan korban.
"Setelah kami lakukan pengembangan. Ternyata ada 4 korban kena pukul para tersangka. Itu setelah kami dalami ada 4 dari sebelumnya dikatakan hanya 3 orang. Korban-korban ini sendiri ada yang dirawat di RS Bhayangkara dan RS Auri," kata Tompo.
Diketahui, dalam rekaman CCTV di salah satu diskotek yang berdekatan dengan tempat kejadian perkara, tampak jelas aksi penganiayaan yang dilakukan para tersangka yang berbadan kekar itu.
Dalam tayangan CCTV, terlihat bagaimana para korban dipukul hingga tersungkur ke aspal. Bahkan, saat sudah berada di aspal, para korban masih terus dipukul dan diseret oleh para tersangka. Sayangnya, orang-orang yang menyaksikan kejadian itu tak melakukan tindakan apapun.
ADVERTISEMENT
Tim manadobacirita
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan