kumparan
KONTEN PUBLISHER
28 April 2019 16:18

Banjir Rendam Kota Manado, Tinggi Air Capai Perut Orang Dewasa

Curah hujan yang tinggi sejak Sabtu sore (27/4) diduga membuat daerah aliran sungai meluap hingga mengakibatkan banjir.
Curah hujan yang tinggi sejak Sabtu sore (27/4) diduga membuat daerah aliran sungai meluap hingga mengakibatkan banjir. Foto: Dok. SAR
Sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara, terendam banjir pada Minggu siang (28/4). Diduga curah hujan yang tinggi sejak Sabtu sore (27/4) menyebabkan meluapnya daerah aliran sungai dan saluran drainase di beberapa tempat, sehingga mengakibatkan banjir.
ADVERTISEMENT
Wilayah yang terendam banjir di antaranya Kelurahan Taas dan Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala; Kelurahan Karame dan Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil; dan Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang. Berdasarkan pantauan manadobacirita, tinggi air di Kelurahan Komo Luar sudah menyentuh perut orang dewasa.
banjir.jpeg
Seorang ayah menggendong anaknya untuk dievakuasi dari rumah yang terendam banjir di Kota Manado. Dok. Istimewa
Sementara itu, pos pemantau ketinggian Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang ada di Dendengan Dalam menunjukkan ketinggian air berada di posisi 2,3 meter. Ketinggian itu menunjukkan status bahaya bencana banjir.
Wakil Wali Kota Manado, Mor D Bastiaan, mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, baik banjir dan tanah longsor, untuk mengungsi sementara demi mencegah hal yang tidak diinginkan.
Banjir rendam sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Banjir rendam sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara. Foto: Dok. Istimewa
Masyarakat yang tinggal di sejumlah daerah rawan bencana banjir dan longsor diminta untuk mengungsi.
Masyarakat yang tinggal di sejumlah daerah rawan bencana banjir dan longsor diminta untuk mengungsi. Foto: Dok. SAR
Dia meminta seluruh aparat pemerintahan hingga tingkat kepala lingkungan untuk bertindak cepat mengunjungi daerah-daerah rawan untuk mengatasi bencana dan mengingatkan masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Penanganan masyarakat di daerah rawan bencana perlu dilakukan secepatnya," kata Bastiaan, Minggu (28/4).
isa anshar jusuf
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan