Woman
·
13 September 2021 11:37
·
waktu baca 2 menit

Cerita Nadia Sumendap, Wanita Muda Memesona yang Tak Malu Jadi Petani

Konten ini diproduksi oleh Manado Bacirita
Cerita Nadia Sumendap, Wanita Muda Memesona yang Tak Malu Jadi Petani (638681)
searchPerbesar
Nadia Feby Sumendap, wanita muda asal Modoinding yang tak malu jika menjadi petani (foto: febry kodongan/manadobacirita)
MINSEL - Memiliki paras wajah yang memesona dengan kulit putih mulus, tak membuat Nadia Feby Sumendap, malu jika harus berkebun dan menjadi seorang petani. Bahkan, hingga kini wanita kelahiran tahun 1998 ini, tak pernah merasa risih ketika berada di sawah ataupun kebun.
ADVERTISEMENT
Tinggal di Desa Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang merupakan salah satu sentra produksi holtikultura terbesar di Indonesia Timur, membuat Nadia sudah sejak kecil akrab dengan berkebun ataupun turun ke ladang bersama keluarganya yang memang merupakan petani.
Apalagi, di desa yang berada di ketinggian 1.600 MDPL ini, memang sebagian besar warganya adalah petani. Hal inilah yang membuat Nadia, tumbuh dan berkembang di antara para petani, sehingga tak pernah merasa malu jika disebut sebagai petani.
Buat apa gengsi? Buat apa malu. Bertani kan pekerjaan halal dan menguntungkan," kata Nadia saat bersua dengan manadobacirita.
Cerita Nadia Sumendap, Wanita Muda Memesona yang Tak Malu Jadi Petani (638682)
searchPerbesar
Nadia Feby Sumendap, wanita muda asal Modoinding yang tak malu jika menjadi petani (foto: febry kodongan/manadobacirita)
Anak pasangan Deky Sumendap dan Aneke Kuhu ini, mengaku jika aktivitasnya bertani sudah ia lakukan sejak masih berusia belasan tahun hingga saat ini. Menurutnya, hal ini dilakukan karena terbiasa sejak kecil diajak oleh orang tuanya yang juga seorang petani.
ADVERTISEMENT
"Orang tua saya petani. Dari kecil, saya terbiasa hidup di kalangan petani. Maka kebiasaan ini menular hingga saat ini," ujar wanita yang lahir di Pinasungkulan ini.
Namun, keponakan dari salah satu pejabat di Sulawesi Utara ini, mengaku saat ini ada kendala yang sering mereka alami, yakni sulitnya untuk mendapatkan pupuk terutama yang bersubsidi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurut wanita yang juga berkeinginan untuk menjadi seorang pengacara ini, mereka harus rela membeli pupuk non subsidi yang jauh dari harga rata-rata.
"Karena sulit cari pupuk, kalaupun ada harganya sudah jauh sangat melambung. Mau tidak mau, kita harus beli demi mendapatkan hasil produksi yang baik. Mungkin, karena ada pandemi, jadi pasokan sulit. Tapi, seharusnya pemerintah juga bisa memperhatikan ini," ujar Nadia kembali.
ADVERTISEMENT
Tentang Modoinding
Kecamatan Modoinding di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berada pada posisi geografis 0º 45'0” - 0º 50'0” Lintang utara dan 124º 25'0” - 124º 30'0” Bujur Timur. Kecamatan Modoinding terkenal dengan suhu udara yang sangat dingin mencapai 12°C. Tak heran jika penduduknya mayoritas berkulit terang.
Banyak hal menarik akan kita dapati di Modoinding, selain orang-orangnya yang ramah, kita akan mendapati begitu banyak tanaman holtikultura sepanjang area perkebunan. Daerah perkebunan hortikultura pun tak jauh jaraknya dengan pemukiman warga. Bahkan di setiap pekarangan rumah warga, semua ditanami tanaman holtikultura.
febry kodongan