kumparan
21 Oktober 2019 7:32

DPRD Manado Lakukan Studi Komparasi ke Sejumlah Lembaga di Luar Daerah

Komisi IV DPRD Kota Manado saat berkonsultasi di Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam agenda kunjungan kerja. Komisi IV menanyakan regulasi terkait guru honorer
Anggota DPRD Kota Manado kembali melakukan studi komparasi ke sejumlah lembaga yang ada di luar daerah. Kali ini tujuan para anggota DPRD di masing-masing Komisi lebih bervariasi, yakni ke lembaga DPRD, PD Pasar Jaya dan Kementerian Pendidikan.
ADVERTISEMENT
Studi komparasi ini dilakukan, untuk melihat aturan-aturan yang bisa diadopsi ke Kota Manado. Untuk itu, DPRD Manado memilih lembaga yang berkompeten. Adapun pelaksanaan Studi Komparasi ini dilakukan selang waktu Rabu-Jumat (16-18/10).
Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey menyebutkan, studi komparasi yang dilakukan bisa menyerap ilmu dari lembaga yang dikunjungi, agar supaya diimplementasikan baik di DPRD maupun akan diusulkan ke Pemerintah.
Komisi I DPRD Kota Manado melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Bogor, terkait dengan sistem perizinan online
"Kunjungan kerja dalam rangka studi komparasi ini sangat baik dilakukan, karena kita bisa mengetahui aturan-aturan yang ada di lokasi kunjungan, untuk diimplemantisakan di daerah termasuk dengan pembentukan Peraturan Daerah," kata Dondokambey.
Komisi I yang membidangi Pemerintahan melakukan kunjungan ke DPRD Kota Bogor. Dipimpin Ketua Komisi I, Benny Parasan, para personil Komisi I yakni Vanda Pinontoan, Suharto Kiu, Meikel Stif Maringka, Franko Wangko, Jeane Laluyan dan Cristy Masengie, berdialog terkait sistem perizinan di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kota Bogor memiliki sistem perizinan yang tidak jauh beda dengan Manado, dimana semuanya sudah dilakukan secara online. Dalam kunjungan ini, kami mendapatkan formula baru terkait dengan pengurusan ijin ini," kata Ketua Komisi I Benny Parasan.
Komisi II DPRD Kota Manado saat melakukan kunjungan kerja ke PD Pasar Jaya, DKI Jakarta untuk belajar tentang aturan pengelolaan Pasar Tradisional
Sementara, Komisi II yang membidangi perekonomian, memilih mendatangi PD Pasar Jaya Jakarta. Dalam kunjungan ini, Komisi II ingin belajar tentang tata cara pengelolaan pasar tradisional di PD Pasar Jaya.
Sekretaris Komisi II Syarifudin Saafa menyebutkan, PD Pasar Jaya adalah contoh pengelolaan yang baik, sehingga layak untuk diadopsi kebijakannya untuk Kota Manado.
"Saat ini di Manado terdapat pasar tradisional yang akan dipindahkan namun para pedagang kurang setuju dengan pemindahan tersebut. Nah, kami mencoba untuk melihat bagaimana formulasi dari PD Pasar Jaya," kata Saafa.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungan ini, anggota Komisi II masing-masing Revani Parasan, Abdul Wahid Ibrahim, Reynold Wuisan, dan Conny Rares diterima oleh Manejer Evaluasi Bidang Penelitian dan Pengembangan, M. Djoe Rahman.
Komisi III DPRD Kota Manado melakukan konsultasi di DPRD DKI Jakarta
Ketua Komisi III Ronny Makawata, memimpin langsung kunjungan komisi yang membidangi pembangunan ini di DPRD DKI Jakarta. Kedatangan mereka ke DPRD DKI Jakarta, terkait pengawasan infrastruktur di daerah.
Hadir dalam kunjungan ini diantaranya Lily Binti, Royke Anter, Jeane Sumilat, Jurani Rurubua, Mona Kloer, Frederik Tangkau dan diterima oleh Kepala Sub Bagian Paripurna Fraksi dan Pansus, Nurbaini.
Menurut Jeane Sumilat, personil komisi III mendapatkan penjelasan tupoksi pengawasan infrastruktur pembangunan dalam PP no 12 tahun 2018. Termasuk peraturan daerah dalam hal memyangkut infrastruktur seperti lingkungan hidup dan Penerapan E- Budgeting.
Komisi IV DPRD Kota Manado berada di Gedung Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Sementara, Komisi IV yang membidangi Kesejahteraan, Pendidikan dan Kesehatan, memilih melakukan kunjungan di Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Jumat (18/10).
ADVERTISEMENT
Kunjungan yang dipimpin ketua Komisi Lilly Walandha, dan dihadiri seluruh personil Komisi IV yakni Bambang Hermawan, Zakarias Tatukude, Franseska Kolanus, Rosalita Manday, Suyanto Yusuf, Yanti Kumendong, dan Sonny Lela, melakukan konsultasi terkait gaji guru honor serta bantuan dari pemerintah pusat.
"Kami ingin agar guru honorer yang ada di Kota Manado bisa lebih sejahtera lagi. Tapi, kita juga tidak mau menyalahi aturan, sehingga perlu berkonsultasi terlebih dahulu," kata Walandha.
Sekretaris DPRD Kota Manado, Steven Rende menyebutkan, kunjungan kerja atau Studi Komparasi yang digelar lembaga DPRD, memiliki aturan yang jelas. Selain itu, studi komparasi ini memiliki dampak positif untuk daerah, karena tempat yang dikunjungi DPRD memiliki kelebihan dan akan dicontoh.
"Nantinya, para anggota DPRD ini akan memasukan laporan tentang hasil studi komparasi tersebut," tutur Rende.
ADVERTISEMENT
anes tumengkol/adv/*
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan