kumparan
15 Feb 2019 7:55 WIB

FOTO: Prosesi Adat Tulude, Menyongsong Masa Depan Terbaik

KUE TAMO: Kue adat Nusa Utara, Kue Tamo, diarak keliling Kota Manado. Kue ini melambangkan persatuan warga di daerah kepulauan di Sulawesi Utara, Sangihe, Talaud dan Siau Tagulandang Biaro
PROSESI Adat Tulude, upacara tradisional warga asal Nusa Utara (Sangihe, Talaud dan Siau Tagulandang Biaro), Kamis (14/2) diselenggarakan di Kota Manado. Dihadiri ribuan orang keturunan Nusa Utara, kegiatan diselenggarakan di Lapangan Sparta Tikala, tepat di depan kantor Walikota Manado.
ADVERTISEMENT
Prosesi adat yang dilaksanakan untuk menyongsong masa depan terbaik dengan meminta kepada Tuhan yang Maha Esa.
DIJAGA KETAT: Menggunakan senjata tajam asli, kue tamo yang diarak dijaga para penari tarian perang yang memegang peralatan senjata. Selama arak-arakan masyarakat dilarang berada di tengah jalur arak-arakan Kue Tamo, karena para penari tak segan-segan mengeluarkan senjata untuk menjaga Kue Tamo
KATA BIJAK DAN DOA: Pembukaan prosesi adat Tulude yang dilakukan Aldus Horohiung, tua-tua kampung warga Nusa Utara. Dirinya membacakan kata bijak dan doa untuk Tuhan, meminta hal yang baik di masa depan dan meninggalkan yang buruk di masa lalu
PROSESI ADAT: Sebelum melakukan pemotongan kue adat, Kue Tamo, tokoh adat Nusa Utara, meminta restu dari Tuhan dengan menggunakan bahasa daerah. Tokoh adat ini akan membawakan harapan-harapan yang ingin dicapai ke depan
PEMOTONGAN KUE TAMO: Toko adat Nusa Utara, Andi Limbong, memotong Kue Tamo, kue persatuan masyarakat Nusa Utara dalam prosesi adat Tulude di Kota Manado. Kue Tamo merupakan simbol persatuan dari masyarakat Nusa Utara sejak jaman dahulu
HARAPAN TERBAIK: Potongan Kue Tamo akan diberikan ke pemuka adat Nusa Utara, sebagai bentuk harapan masa depan yang lebih baik
SIMBOL PERSATUAN: Tokoh adat Nusa Utara memberikan bendera merah putih yang sebelumnya berada di bagian atas Kue Tamo kepada Walikota Manado. Ini adalah simbol persatuan Indonesia
TARIAN SALO KAPIA: Tarian perang yang menggunakan senjata asli merupakan tarian paling sakral di Nusa Utara. Para penari melakukan ritual puasa dan tak bersentuh dengan perempuan selama 3 hari, sebelum acara Tulude dilaksanakan
LINTAS AGAMA: Doa dari 6 agama yang diakui di Indonesia ditampilkan sebagai bentuk toleransi dan keberagaman yang terus terjaga di Sulawesi Utara
LINTAS KEBUDAYAAN: Atraksi Barongsai dari China, juga ditampilkan dalam kegiatan Adat Tulude di Manado. Ini bukti jika di keberagaman menjadi hal yang dijaga di Sulawesi Utara
Foto: Isa Anshar Jusuf
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan