News
·
22 Februari 2021 14:13

Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Pantai Kabupaten Sitaro

Konten ini diproduksi oleh Manado Bacirita
Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Pantai Kabupaten Sitaro (42607)
Jalan di wilayah pesisir pantai amblas karena diterjang gelombang tinggi yang terjadi di Kabupatei Sitaro, Sulawesi Utara
SITARO - Sebanyak 175 jiwa dari 45 kepala keluarga di Kampung Balirangeng, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, harus diungsikan, setelah gelombang tinggi kembali menerjang wilayah yang ada di pesisir pantai tersebut.
ADVERTISEMENT
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Bob Ch Wuaten mengatakan, pihaknya langsung melakukan evakuasi sekaligus memberikan assesment lewat Tim Reaksi Cepat (TRC), kepada para warga yang ada di lokasi terdampak.
"Hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan sejak kejadian awal pada Sabtu (20/2) akhir pekan lalu," kata Wuaten.
Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Pantai Kabupaten Sitaro (42608)
Perumahan warga yang terdampak gelombang tinggi di pesisir pantai Kabupaten Sitaro
Menurut Wuaten saat ini, warga yang di evakuasi berada di titik lokasi pengungsian Sekolah SD YPK GMIST Efrata Balirangeng dan juga di rumah kerabat terdekat.
Untuk bantuan sendiri, Wuaten mengakui sudah melakukan distribusi perlengkapan tidur, seperti Matras dan Selimut sebanyak 45 buah, serta Tikar sebanyak 90 buah.
"Pihak Dinsos (Dinas Sosial) juga sudah menyalurkan bantuan sembako sebagai bagian dari langkah penanganan darurat pasca bencana ini," ujar Wuaten.
ADVERTISEMENT
Menurut Wuaten, selain di Kampung Balirangeng, bencana gelombang pasang tersebut mengakibatkan jalan penghubung di Kampung Lia, Kecamatan Siau Timur terputus. Talud pengaman pantai rusak akibat terjangan gelombangan merembet hingga ke jalan utama, dan sebagian bangunan SMA 2 Sitim Satu Atap yang berada dengan pesisir pantai rusak akibat hantaman gelombang pasang.
Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Pantai Kabupaten Sitaro (42609)
Penyerahan bantuan untuk para pengungsi
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah di wilayah agar mengimbau warga harus tetap waspada. Karena cuaca ekstrim masih berpeluang terjadi," ujar Wuaten.
Efek Ekor Badai Siklon Tropis
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri telah menyampaikan peringatan dini, gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di wilayah perairan kepulauan Sulawesi Utara. Itu karena adanya bibit siklon tropis yang terpantau di Samudera Pasifik, Utara Papua Barat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 50 kilometer per jam yang bergerak ke Barat hingga Barat Laut.
ADVERTISEMENT
Badai siklon tropis itu sendiri, dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras, dan angin kencang. Gelombang badai (storm surge) atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis, merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sitaro, Bob Ch Wuaten, badai siklon tropis merupakan fenomena alam yang cukup sering terjadi, walaupun untuk wilayah Sitaro hanya efek ekor dari badai tersebut yang sering terjadi di perairan sekitar Sitaro.
"Oleh karena itu pimpinan daerah sudah menginstruksikan rutin memonitoring lapangan di kondisi saat ini," kata Wuaten.
franky salindeho