Kemendag Temukan Harga Jual MinyaKita di Sulawesi Utara Tak Sesuai HET
·waktu baca 1 menit

MANADO - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendapati jika harga minyak goreng merk MinyaKita di Sulawesi Utara (Sulut), ternyata dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Rata-rata harga jual MinyaKita di Sulut mencapai Rp 16.425 per liter, berselisih Rp 725 per liter dari HET yang ditentukan yakni 15.700 per liter.
Direktur Tertib Niaga Kemendag, Mario Josko, menyebut Kota Kotamobagu menjadi daerah dengan harga jual MinyaKita tertinggi di Sulut, yakni mencapai Rp 18.000 per liternya.
“Kita ada 17 distributor di empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari empat kota ini, hanya Kotamobagu yang tidak memiliki distributor, makanya harganya lebih tinggi,” kata Mario di Manado, Rabu (11/9).
Mario menyebut kondisi serupa juga terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia timur. Kendati begitu, pihaknya terus berupaya memberikan solusi terkait permasalahan ini.
Salah satunya, dengan mendorong keterlibatan Bulog dalam menyuplai kebutuhan di daerah yang belum terjangkau.
“Kami terus berupaya agar daerah yang tidak terjangkau oleh distributor bisa dipasok oleh Bulog. Kita harap dengan Bulog distribusi lebih efektif dan efisien,” katanya lagi.
