Kepala Lapas Amurang Sosialisasi ke Wali Pemasyarakatan Terkait LSP dan SPPN

Konten Media Partner
22 Juni 2022 15:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kepala Lapas kelas III Amurang Fentje Mamirahi memberikan sosialisasi mengenai Teknis Pemasyarakatan Rekomendasi Kebijakan Pembentukan LSP dan SPPN
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Lapas kelas III Amurang Fentje Mamirahi memberikan sosialisasi mengenai Teknis Pemasyarakatan Rekomendasi Kebijakan Pembentukan LSP dan SPPN
ADVERTISEMENT
MINSEL - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan, Fentje Mamirahi memberikan sosialisasi mengenai Teknis Pemasyarakatan Rekomendasi Kebijakan Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Pengisian Instrumen Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN), Rabu (22/6).
ADVERTISEMENT
Bersama Kasubsi Pembinaan, Marsel Rumondor sosialisasi bertujuan untuk melaksanakan penguatan kepada seluruh pegawai Lapas Amurang, khususnya para Wali Pemasyarakatan.
"Mari kita bersama-sama melaksanakan program ini, sehingga teman-teman kita (warga binaan) semakin baik dalam berperilaku dan memiliki keterampilan dan kembali diterima serta berkarya di masyarakat," kata Fentje.
Sementara, menurut Marsel SPPN merupakan salah satu bentuk implementasi revitalisasi pemasyarakatan, yang berfungsi sebagai instrumen petunjuk bagi petugas dalam menilai perilaku dan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"SPPN ini menjadi data dukung primer dalam memberikan hak WBP, seperti pemberian hak Remisi, Asimilasi, CMB, CMK, PB dan CB," ujar Marsel.
Lanjut Marsel, Wali Pemasyarakatan harus melakukan penilaian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, dalam rangka pemenuhan hak warga binaan melalui sistem laporan berdasarkan SPPN.
ADVERTISEMENT
"Sistem penilaian ini bertujuan untuk melihat respons WBP dalam menerima program pembinaan yang tergambar pada perilakunya melalui penilaian pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, sikap dan kondisi mental. Kesediaan warga binaan untuk menerima program pembinaan menjadi indikator perubahan perilaku WBP tersebut," kata Marsel lagi.
Tamura
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020