News
·
10 Februari 2021 11:39

Manado Satu-satunya Daerah Zona Merah COVID-19 di Sulawesi Utara

Konten ini diproduksi oleh Manado Bacirita
Manado Satu-satunya Daerah Zona Merah COVID-19 di Sulawesi Utara (25868)
Ilustrasi positif COVID-19
MANADO - Kota Manado menjadi satu-satunya daerah berstatus zona merah atau resiko tinggi penyebaran COVID-19 di Provinsi Sulawesi Utara. Status Manado sebagai zona merah ini sendiri sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
Data epidemiologi COVID-19 di Kota Manado sendiri tercatat ada 4.935 orang yang positif terpapar virus corona, di mana 3.208 orang telah dinyatakan sembuh dan 186 di antaranya meninggal dunia. Sementara, kasus aktif atau masih dirawat hingga saat ini berjumlah 1.541 orang.
Adapun penentuan peta resiko COVID-19 terdiri dari tiga indikator kesehatan masyarakat yakni indikator Epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.
Kabar baiknya, dua daerah di Sulawesi Utara yakni Kabupaten Bolmong Selatan dan Kabupaten Sitaro menjadi daerah dengan status resiko rendah penyebaran COVID-19. Khusus Kabupaten Bolsel, daerah ini pada akhir desember 2020, adalah daerah dengan status zona merah atau resiko tinggi.
Kabupaten Sitaro sendiri sejak awal kasus corona muncul, memiliki rekam jejak yang baik penanganan COVID-19 dan sempat mendapatkan penghargaan dari BNPB.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel menjelaskan, saat ini jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 per Selasa (9/2) berjumlah 14.088 kasus.
"Untuk pasien yang sembuh berjumlah 10.470 orang dan pasien meninggal sebanyak 485 orang. Untuk kasus aktif kini ada di angka 3.133 orang," kata Dandel.
Dandel mengimbau agar masyarakat terus menaati protokol kesehatan dengan disiplin dalam mengikuti anjuran 3M yakni, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.
"Yang terpenting juga adalah menjauhi kerumunan untuk saat ini. Ini adalah langkah agar kita terhindar dari terpapar oleh virus corona yang menyebabkan COVID-19," tutur Dandel kembali.
manadobacirita