Pencarian populer
PUBLISHER STORY
15 Mei 2019 1:24 WIB
0
0

Masjid Al Ikhlas Manado, Sholat Tarawih 2 Kali, 20 dan 8 Rakaat

Masjid Al Ikhlas Manado

Seperti masjid-masjid pada umumnya, Masjid Al Ikhlas di Kelurahan Wawonasa Lingkungan 1 Kecamatan Singkil, Kota Manado, tidak berbeda dengan masjid lainnya. Struktur bangunan, tempat wudhu, pengaturan wanita dan laki-laki semuanya sama.

Namun, ada satu yang membedakan masjid yang telah berdiri sejak tahun 1964 ini dengan masjid lainnya. Masjid Al Ikhlas setiap bulan puasa, menggelar Sholat Tarawih dan Witir 2 kali dalam semalam. Tarawih pertama dilaksanakan pada pukul 19.45 WITA untuk para jamaah yang sholat 20 rakaat dan pukul 20.15 WITA untuk para jamaah yang sholat 8 rakaat.

Jamaah Masjid Al Ikhlas Manado saat melaksanakan Sholat Tarawih 20 Rakaat yang dimulai pukul 19.15 WITA. Setelah ini, ada Sholat Tarawih 8 Rakaat yang akan dimulai pukul 20.15 WITA

Istimewanya, tidak ada gontok-gontokan atau saling berebut siapa yang pantas untuk mengelola masjid tersebut. Semuanya saling menghormati dan saling membantu menjadikan masjid lebih nyaman untuk orang beribadah.

Masjid Al Ikhlas pertama kali dirintis pada medio tahun 1964. Waktu itu, sejumlah pengajar di Sekolah Muhammadiyah yang tak jauh dari lokasi, mendirikan mushola sebagai tempat mereka sholat.

Berbaur dengan masyarakat sekitar, mushola ini akhirnya mulai dipugar, setelah tanah resmi diwakafkan oleh warga yang berkeinginan adanya masjid yang bisa digunakan banyak jamaah.

Resmi mendapatkan tanah wakaf, masjid Al Ikhlas kemudian mulai didirikan bersama, tak hanya dari kalangan Muhammadiyah saja, tetapi dari kalangan Syarikat Islam dan Nahdlatul Ulama saling bahu membahu melaksanakan pembangunan.

Jamaah Masjid Al Ikhlas bersholawat diantara Sholat Tarawih 20 Rakaat

"Memang awalnya di bangun oleh Muhammadiyah, tapi kemudian bersama dengan masyarakat sekitar, masjid di bangun. Tidak ada aliran-aliran, semuanya sama dalam memakmurkan masjid," kata Ketua Badan Takmirul Masjid, Hi Lukman Pomalingo, Selasa (14/5) menceritakan awal mula berdirinya masjid Al Ikhlas.

Hi Lukman yang adalah kader Muhammadiyah menyebutkan, semua jamaah di masjid Al Ikhlas, selama berpuluh tahun sudah berkomitmen tidak boleh ada perbedaan pendapat ketika sudah di masjid.

"Makanya hingga sekarang kami tetap rukun," kata Hi Lukman.

Jamaah Masjid Al Ikhlas bukannya tidak pernah berselisih paham terkait dengan sholat di waktu bulan Ramadhan. Zulkifli, salah jamaah menuturkan jika pernah ada masa dimana para jamaah Ahmadiyah memilih untuk menggelar Sholat Tarawih 8 rakaat di Sekolah Muhammadiyah yang tak jauh dari lokasi masjid.

Imam Masjid Al Ikhlas, Hi Sulaiman Ladiku

Waktu itu, menurut Zulkifli yang juga kader Muhammadiyah, mereka tidak ingin tercampur dan mengganggu jamaah yang sholat 20 rakaat.

"Waktu itu, sholat di masjid ditetapkan 20 rakaat. Untuk yang ingin hanya Sholat 8 rakaat, bisa mundur setelah 8 rakaat. Tapi, kan tidak nyaman seperti itu. Nah, karena tidak ingin saling berdebat, kita memilih pindah," kata Zulkifli.

Namun, menurut Zulkifli itu tidak berapa lama, karena para jemaah tidak ingin ada perpecahan, karena masjid merupakan tempat yang harus di makmurkan.

"Jadi akhirnya musyawarah. Pernah seperti shift, hari ini Sholat 8 besoknya Sholat 20. Tapi, kemudian diambil kesepakatan bersama, Sholat 20 rakaat lebih dulu, baru kemudian sholat 8 rakaat, dan itu sudah berlangsung lebih dari 20 tahun hingga sekarang," tutur Zulkifli kembali.

Imam Masjid Al Ikhlas, Hi Sulaiman Ladiku menuturkan, tidak ada yang salah dengan kesepakatan yang telah dijalani selama berpuluh tahun di masjid tersebut.

"Tidak ada aliran apapun yang mendominasi masjid, karena semua jamaah berpendapat, masjid adalah tempat beribadah, sementara pemahaman ibadah itu ada di diri masing-masing. Dan itu benar-benar kami rawat di masjid ini," tutur Ladiku.

Suasana Sholat Tarawih 8 Rakaat seusai sholat Tarawih 20 Rakaat di masjid Al Ikhlas Manado

Menurut Ladiku, di masjid terdapat tiga lembaga pengurus, yakni Badan Takmirul Masjid, Badan Keimaman dan Badan Suka Duka yang mengurusi terkait dengan kedukaan dan kegiatan dalam masjid.

Ketiga lembaga ini tidak ada satupun organisasi atau aliran yang mendominasi, mengingat kepentingan masjid berada di atas segala-galanya.

Iman, warga setempat mengaku jika siapapun yang diangkat dalam kepengurusan masjid, tidak ada yang mengatasnamakan organisasi apapun.

"Disini kami punya BTM dari Muhammadiyah dan Imam masjid kami itu imam 20 rakaat. Badan yang mengurus duka juga tidak didominasi siapa. Kami hanya benar-benar ingin masjid makmur," kata Iman.

isa anshar jusuf

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23