Pencarian populer
PUBLISHER STORY
21 Maret 2019 13:40 WIB
0
0

Pemerintah Akan Sewa Rumah atau Kos Untuk Korban Erupsi Karangetang

Seorang Pengungsi menggunakan kursi roda didorang petugas kepolisian yang membantu proses pemulangan warga ke rumah masing-masing, setelah sebelumnya tinggal di shelter pengungsian akibat erupsi Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (foto: franky salindeho)

PEMERINTAH Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, akan memberikan opsi sewa rumah sementara, kepada 6 kepala keluarga, korban erupsi Gunung Karangetang, yang rumahnya masuk dalam zona merah, karena berada di jalur guguran lava.

BACA JUGA: Korban Erupsi Gunung Karangetang Diijinkan Pulang

BACA JUGA: Ada 6 Rumah Masuk Zona Bahaya Erupsi Gunung Karangetang

Opsi sewa rumah atau kos sementara ini, akan diambil mengingat, pembangunan Hunian Sementara (Huntara), memakan waktu yang cukup panjang, yang justru akan membuat para keluarga dirugikan karena tidak memiliki tempat tinggal.

"Jadi ada opsi alternatif, pemerintah mencarikan tempat tinggal sementara atau tempat kos. Dengan standar biaya hidup Rp300 ribu perbulan dan biaya sewa rumah Rp600 ribu perbulan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Sitaro, Bob Wuaten, Kamis (21/3) di Siau.

Namun demikian, Wuaten mengatakan jika, opsi ini harus sepersetujuan dari 6 kepala keluarga tersebut, apakah mereka menerima tinggal di kos atau rumah sementara, atau tetap tinggal di Shelter pengungsian.

"Nanti keputusannya setelah ada pembicaraan dengan mereka (6 kepala keluarga),” kata Wuaten.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sitaro sendiri telah memulangkan sebagian besar korban erupsi gunung karangetang ke rumah masing-masing. Kebijakan pemulangan para pengungsi ini berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

"Rekomendasi PVMBG, masyarakat yang tinggal di daerah dengan jarak lebih 400 meter dari Kali Batukole sudah bisa dipulangkan. Nah, yang dipulangkan ini mereka (warga) yang tinggal di Desa Kawahang,” kata Wuaten kembali.

Pemulangan para pengungsi ini sendiri dilaksanakan, Rabu (20/3), dimana setiap kepala keluarga dibekali dengan paket sembako yang diserahkan Koordinator Shelter Frans Lincewas.

franky salindeho

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57