Konten Media Partner

Pemerintah Waspada Aksi Borong BBM Usai Mesin Pembangkit Listrik Terbakar

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung milik PLN yang berisi mesin pembangkit listrik di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, terbakar.
zoom-in-whitePerbesar
Gedung milik PLN yang berisi mesin pembangkit listrik di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, terbakar.

SITARO - Pemerintah Kecamatan Tagulandang di Kabupaten Sitaro, mulai waspada akan terjadinya aksi borong BBM untuk ditimbun, lalu dijual ulang dengan harga tinggi usai mesin pembangkit listrik milik PLN terbakar, Kamis (7/3) kemarin.

Camat Tagulandang, Nobert A Sakendatu, mengatakan jika kewaspadaan ini timbul, karena usai kebakaran pembangkit listrik dan berujung pada pemadaman listrik, maka masyarakat akan beralih menggunakan genset maupun penggunaan penerangan lain.

"Jadi kami bersama dengan sejumlah unsur di kecamatan sudah mengambil langkah antisipasi dengan mengawasi proses distribusi, agar jangan ada yang melakukan penimbunan BBM," kata Nobert, Jumat (8/3).

kumparan post embed

Diakui Nobert, saat ini di semua wilayah Kecamatan Tagulandang, sedang dalam kondisi tanpa listrik. Untuk itu banyak masyarakat yang menggunakan genset, sehingga akan ada permintaan BBM yang meningkat.

Selain itu, pemerintah menurut Nobert juga akan melakukan pemantauan harga jual di lapangan agar tidak naik dengan gila-gilaan karena ada kebutuhan mendesak.

"Yang pasti harga jualnya (BBM) harus wajar, sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu perbotol. Jika ada yang menjual lebih dari itu, pasti kami tegur," tuturnya kembali.

franky salindeho