kumparan
KONTEN PUBLISHER
17 Februari 2020 23:04

Program Jaminan Sosial Pekerja Agama di Sulut Belum Merata

yusra alhabsy baru.jpg
Anggota DPRD Sulut, Yusra Alhabsy
Program ODSK Perkasa atau Perlindungan Jaminan Sosial Keagamaan, merupakan program unggulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang memberikan BPJS untuk para pekerja keagamaan di seluruh bumi Nyiur Melambai. 76 ribu paket program ini telah disalurkan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
ADVERTISEMENT
Namun, program ini dinilai belum menyentuh seluruh pekerja agama di wilayah-wilayah seperti Bolaang Mongondow bersatu dan juga di sebagian nusa utara. Hal ini, justru membuat kecemburuan dan memiliki efek negatif untuk pemerintah provinsi.
Hal ini diakui personil Komisi IV DPRD Sulut, Yusra Alhabsy. Menurutnya, program yang sangat bagus, jika tidak dieksekusi dengan baik di lapangan, justru hanya akan memberikan dampak balik yang justru negatif.
“Program ini luar biasa. Namun, akibat belum adanya pemerataan bisa berefek negatif. Dari 76 ribu sekian paket program ini, ternyata untuk penerima di kawasan Bolmong Raya dan daerah kepulauan sangat minim," tutur Alhabsy, Senin (17/2).
ilustrasi bpjs.jpg
BPJS Kesehatan
Bahkan menurutnya, selain belum tersentuh program ini, ternyata sosialisasi program unggulan ini, tak pernah menyasar daerah-daerah terpencil, sehingga banyak pekerja agama justru tak mengetahui keberadaan program ODSK Perkasa ini.
ADVERTISEMENT
“Yah, kita hanya ingatkan, karena ini program yang begitu baik,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Sementara, Kepala Disnakertrans Sulut Erni Tumundo tak mengelak jika program ini, belum tersosialisasi dengan baik hingga ke desa-desa yang ada di Sulawesi Utara.
“Saya harus akui, memang masih banyak masyarakat tak mengetahui program ini, karena mekanisme sosialisasi masih sebatas kepada perangkat daerah yang akan bekerjasama," tutur Tumundo.
Sekadar diketahui, saat ini program ODSK Perkasa yang sudah diluncurkan tiga tahun lalu, tercatat sudah memberikan perlindungan kepada 75 ribu penerima di Kabupaten dan Kota se Sulawesi Utara, dengan nilai perlundungan sekitar Rp42 juta untuk jaminan kesehatan dan Rp 70 juta untuk jaminan kecelakaan kerja.
oktaviana mundung
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan